Teknologi & Development

Citi dan DBS Selesaikan Transfer Tokenized Deposit Pertama Lewat Weekend via Swift DLT

Citi dan DBS Selesaikan Transfer Tokenized Deposit Pertama Lewat Weekend via Swift DLT

Key Takeaways

Citi dan DBS catat sejarah dengan transfer cross-border tokenized deposit pertama di weekend via Swift DLT, membuktikan blockchain bisa operasi 24/7 tanpa jam bank.

Citi dan DBS Bank menyelesaikan transfer cross-border tokenized deposit pertama di weekend menggunakan Swift Digital Ledger Technology (DLT), menandai langkah besar adopsi blockchain oleh bank global untuk pembayaran 24/7 tanpa keterbatasan jam operasional tradisional.

Latar Belakang: Tokenized Deposit & Swift DLT

Tokenized deposit adalah representasi digital dari deposit bank komersial yang diterbitkan di blockchain, memungkinkan penyelesaian instan tanpa menunggu jam kerja sistem pembayaran tradisional. Swift DLT, yang diluncurkan sebagai bagian dari inisiatif Swift untuk modernisasi infrastruktur pembayaran global, menyediakan buku besar terdistribusi yang terhubung dengan jaringan 11.000+ institusi keuangan Swift. Berbeda dengan stablecoin publik, tokenized deposit dibawahi oleh cadangan bank terpercaya dan tunduk pada regulasi perbankan, menjadikannya alternatif enterprise-grade untuk penyelesaian cross-border.

Detail & Fakta Utama: Transaksi Weekend Pertama

Transaksi yang dieksekusi akhir pekan lalu melibatkan transfer USD tokenized deposit antara Citi dan DBS menggunakan Swift DLT — yang merupakan penggunaan live kedua yang dikonfirmasi dari ledger blockchain Swift setelah pilot awal 2023. Olivier Acuna dari CoinDesk melaporkan bahwa transaksi ini "came as the network races to prove it can compete with digital payment rails that never close." Zolton Vardai dari CoinTelegraph menambahkan bahwa bank-bank ini "circumvent the constraints of traditional banking hours" dengan memanfaatkan sifat always-on blockchain. Volume dan nilai transaksi spesifik tidak diungkapkan, namun kedua bank mengonfirmasi penyelesaian instan tanpa menunggu pembukaan hari Senin pasar New York atau Singapura.

Dampak & Analisis: Mengubah Paradigma Cross-Border

Perbandingan kritis: sistem tradisional SWIFT gpi memerlukan 1-4 hari kerja untuk penyelesaian cross-border dan terbatas pada jam operasional koridor waktu (biasanya 09:00-17:00 waktu lokal), sedangkan tokenized deposit via Swift DLT menyelesaikan dalam hitungan detik 24/7/365. Data SWIFT sendiri menunjukkan 89% transaksi cross-border masih mengalami delay karena jam bank tertutup — tokenized deposit menghilangkan bottleneck ini sepenuhnya. Untuk koridor Singapura-AS seperti Citi-DBS, ini berarti perusahaan tidak lagi perlu menunggu pembukaan pasar New York untuk memindahkan dana miliaran dollar. Analis memperkirakan efisiensi modal dari penyelesaian instan bisa menghemat biaya opportunity cost hingga 15-20 bps per transaksi besar.

Penutup

Kesuksesan Citi-DBS membuktikan tokenized deposit bukan lagi konsep teoretis tapi infrastruktur produksi siap pakai — mendorong bank lain mempercepat adopsi untuk tetap kompetitif di era pembayaran real-time. Sumber: CoinDesk, CoinTelegraph.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar