Latar Belakang & Konteks Kasus
BitBay, yang merebrand menjadi Zondacrypto pada 2021, menghentikan seluruh aktivitas trading pada April 2026 setelah ribuan nasabah melaporkan tidak bisa menarik dana. Investigasi awal mengungkap adanya aliran dana mencurigakan ke dompet yang tidak teridentifikasi, dengan total kerugian nasabah diperkirakan minimal $94 juta — angka yang membuat ini menjadi salah satu kasus exchange crypto terbesar di Eropa Timur.
Perkembangan Terbaru: Tersangka Kelima Dituntut
Pada Senin (7/9), prokuror distrik Warszawa secara resmi mengajukan tuntutan terhadap tersangka kelima dalam kasus ini. Menurut pernyataan resmi Francisco Rodrigues dari CoinDesk yang mengutip sumber investigasi, tersangka ini diduga terlibat langsung dalam pengelolaan dana nasabah yang dialihkan keluar platform. Identitas tersangka belum dibuka publik demi kelancaran proses hukum, namun diperkirakan merupakan eksekutif tingkat menengah yang memiliki akses ke cold wallet exchange.
"Ini adalah langkah signifikan menuju keadilan bagi ribuan nasabah yang dana mereka terkunci selama berminggu-minggu," ujar jaksa penuntut utama dalam konferensi pers singkat di Kejaksaan Distrik Warszawa.
Data Perbandingan: Skala Kerugian vs Kasus Lain
Kerugian $94 juta Zondacrypto melebihi kasus FTX di Eropa ($87 juta kerugian nasabah Eropa) namun masih di bawah skala global Mt. Gox ($450 juta) dan QuadrigaCX ($190 juta). Uniknya, Zondacrypto beroperasi dengan lisensi VASP Polandia yang sah, berbeda dengan FTX yang beroperasi tanpa regulasi jelas — menimbulkan pertanyaan keras tentang efektivitas pengawasan KNF (Komisja Nadzoru Finansowego).
Reaksi Industri & Langkah Selanjutnya
Asosiasi Blockchain Polandia (PBS) menyambut baik penuntutan ini namun menuntut transparansi penuh. "Kami butuh audit forensik independen yang hasilnya dipublikasikan, bukan hanya proses pidana," kata CEO PBS, Piotr Nowak. KNF saat ini meninjau ulang ketentuan cadangan wajib untuk VASP — kebijakan yang diharapkan dapat mencegah kasus serupa di masa depan.
Investigasi masih berlanjut untuk mengidentifikasi tersangka keenam dan ketujuh serta melacak aliran dana ke exchange lain dan mixer. Nasabah diminta mendaftarkan klaim melalui portal resmi KNF sebelum batas 31 Oktober 2026.



