Regulasi

CFTC Selidiki Dugaan Pelanggaran Akses Pengguna AS oleh Polymarket

CFTC Selidiki Dugaan Pelanggaran Akses Pengguna AS oleh Polymarket

Key Takeaways

CFTC menyelidiki dugaan pelanggaran kesepakatan 2022 oleh Polymarket terkait kontrol akses pengguna AS, materi iklan, dan izin platform teregulasi barunya.

Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat (CFTC) membuka kembali penyelidikan terhadap Polymarket atas dugaan pelanggaran kesepakatan penegakan hukum tahun 2022 yang melarang akses bagi pengguna asal AS. Penyelidikan intensif ini menyoroti efektivitas kontrol pembatasan geografis (geoblocking) pada platform lepas pantai berbasis Panama tersebut, kampanye periklanan domestik, hingga kepatuhan penerimaan nasabah pada entitas Polymarket US. Langkah pengawasan terbaru ini memperlebar risiko hukum bagi operator pasar prediksi terdesentralisasi terbesar dunia di tengah ekspansi agresif produk kontrak event politik dan olahraga ke pasar modal teregulasi.

Sorotan Pelanggaran Kontrol Geoblocking dan Kampanye Iklan AS

Penyelidikan mendalam CFTC berakar dari kesepakatan damai Januari 2022 terhadap Blockratize, Inc. (nama korporasi di balik Polymarket) yang mewajibkan pembayaran denda perdata sebesar $1,4 juta serta penutupan pasar biner tanpa izin di bawah Commodity Exchange Act (CEA). Dalam perjanjian konsensus tersebut, Polymarket secara tegas berjanji memblokir seluruh warga Amerika Serikat dari platform pertaruhan utamanya yang beroperasi di luar negeri. Namun, laporan terbaru dari dua narasumber yang mengetahui perkara tersebut mengonfirmasi bahwa regulator kini meneliti kembali apakah sistem penyaringan IP dan deteksi VPN Polymarket benar-benar andal menyaring pengguna domestik selama siklus pemilihan umum dan lonjakan volume perdagangan global.

Fokus investigasi CFTC tidak hanya terbatas pada kontrol akses teknis di platform lepas pantai, melainkan merambah ke materi pemasaran dan promosi yang menyasar audiens Amerika Serikat. Regulator menyelidiki apakah kampanye publik Polymarket di media sosial dan kemitraan konten melanggar batasan kesepakatan 2022 dengan menarik minat pengguna domestik secara terselubung. Pengawasan ini menandai kebangkitan kembali investigasi yang sempat ditutup tanpa tuntutan pidana pada Juli 2025 silam, memperlihatkan sikap tanpa kompromi otoritas federal terhadap pasar derivatif kripto terdesentralisasi.

Audit Entitas Berlisensi Polymarket US dan Rekam Jejak Pengawasan

Cakupan penyelidikan CFTC kini telah meluas hingga menyentuh entitas domestik berlisensi penuh, Polymarket US. Platform berjangka AS ini dibentuk setelah Polymarket mengakuisisi QCX LLC, sebuah bursa yang mengantongi lisensi resmi Designated Contract Market (DCM) dari CFTC sejak 9 Juli 2025. Regulator kini mengaudit secara ketat mekanisme penerimaan nasabah (customer onboarding), verifikasi identitas (KYC), serta langkah perlindungan konsumen yang diterapkan pada bursa terdaftar tersebut guna memastikan tidak terjadi percampuran likuiditas atau lalu lintas pengguna antara platform berlisensi dan platform global.

Tekanan regulasi ini mengingatkan industri pada rangkaian penyelidikan agresif sepanjang akhir 2024, di mana agen FBI sempat menggeledah kediaman Chief Executive Officer (CEO) Polymarket, Shayne Coplan, di New York City. Meskipun Shayne Coplan sempat mengumumkan penutupan kasus oleh CFTC dan Departemen Kehakiman (DOJ) pada pertengahan 2025 sebelum meluncurkan bursa berlisensi resmi, penyelidikan babak baru ini membuktikan bahwa rekam jejak kepatuhan masa lalu perusahaan tetap menjadi target audit aktif para penegak hukum pasar modal AS.

Peta Konflik Yurisdiksi Federal Melawan Hukum Perjudian Negara Bagian

Penyelidikan terhadap Polymarket bergulir beriringan dengan manuver hukum CFTC yang menggugat Jaksa Agung Utah Derek Brown di Pengadilan Federal (perkara 2:26-cv-01055). Dalam gugatan tersebut, CFTC justru mengutip penindakan tegasnya terhadap Polymarket pada 2022 sebagai bukti tak terbantahkan bahwa yurisdiksi pengawasan kontrak event berada penuh di bawah mandat federal, bukan di bawah undang-undang perjudian negara bagian. CFTC menegaskan hak eksklusifnya untuk mengawasi seluruh bursa berlisensi DCM di tingkat nasional, termasuk Kalshi dan Polymarket US.

Ketua CFTC Michael Selig dan jajaran komisi menekankan bahwa Kongres AS telah memberikan wewenang tunggal kepada CFTC untuk mengatur instrumen derivatif finansial berbasis peristiwa. Regulator federal kini tengah memproses pengesahan aturan formal 91 FR 66022 yang mengklasifikasikan kontrak event politik, olahraga, dan cuaca sebagai instrumen swap. Kendati CFTC melindungi eksistensi bursa pasar prediksi dari tuntutan kriminal sepuluh negara bagian, penyelidikan kepatuhan terhadap Polymarket mengirimkan sinyal tegas bahwa operator bursa berlisensi tetap diwajibkan mematuhi standar integritas pasar tanpa toleransi celah akses ilegal.

Sumber: TokenPost & Reuters

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar