XRP Cetak Kenaikan 8% di Tengah Fase Kapitulasi Ekstrem
Harga XRP mencatat kenaikan signifikan sebesar 8% dalam tujuh hari terakhir, mencapai level sekitar $1,14 pada Jumat (4/7), menjadikannya salah satu aset kripto dengan performa terkuat pekan ini. Lonjakan ini terjadi di tengah data onchain yang menunjukkan bahwa pemegang XRP saat ini menanggung kerugian belum terealisasi (unrealized loss) terbesar sepanjang sejarah token tersebut.
Data dari firma analitik Santiment mengungkapkan bahwa rasio MVRV (Market Value to Realized Value) XRP untuk periode 30 hari berada di sekitar -45%, sementara untuk periode 365 hari menyentuh -47%. Ini berarti rata-rata pembeli XRP dalam satu bulan dan satu tahun terakhir berada dalam posisi rugi yang sangat dalam. Santiment menegaskan bahwa kombinasi kedua metrik ini berada di level terendah sepanjang sejarah XRP, menandakan fase kapitulasi yang ekstrem.
Apa Arti Kapitulasi bagi Investor?
Kapitulasi sendiri adalah fase pasar di mana para pemegang aset menanggung kerugian besar dan "tangan lemah" (weak hands) mulai menjual kepemilikannya kepada pihak yang bersedia menyerap tekanan jual. Meskipun terdengar negatif, secara historis fase kapitulasi sering kali menjadi titik awal pemulihan harga karena tekanan jual mulai habis.
Santiment menyebut kondisi saat ini sebagai "peluang risk-reward yang menarik" bagi pembeli, meskipun mereka berhati-hati untuk tidak menyebutnya sebagai sinyal harga absolut. "Setup terbaik sering muncul ketika kerumunan merasakan rasa sakit maksimal," tulis firma tersebut, seraya menambahkan bahwa risiko menambah posisi di level ini lebih kecil dari biasanya, meskipun harga masih bisa turun lebih jauh jika pasar secara keseluruhan melemah.
Konteks Pasar Kripto yang Lebih Luas
Menariknya, kenaikan XRP terjadi di tengah sentimen pasar kripto yang masih diwarnai "extreme fear" atau ketakutan ekstrem. Bitcoin sendiri baru saja bangkit dari posisi terendah multi-tahun, didorong oleh aliran masuk ETF spot sebesar $221 juta pada 2 Juli yang mengakhiri rekor outflow sepuluh hari berturut-turut.
Pola akumulasi serupa juga terlihat pada Bitcoin, di mana data onchain menunjukkan whale membeli $16,7 miliar BTC dalam dua minggu terakhir meskipun ETF mencatat outflow rekor $4 miliar. Pola divergensi akumulasi whale versus outflow institusional ini mengingatkan pada siklus bottom historis, bukan puncak.
Meskipun demikian, metrik MVRV hanya mengukur sejauh mana posisi pasar sudah "tercuci" (washed out), bukan kapan tren akan berbalik. Kerugian yang berkepanjangan bisa tetap berlanjut sementara pasar bergerak sideways atau bahkan lebih rendah. Yang ditunjukkan oleh indikator ini adalah bahwa tekanan jual dari pemegang yang merugi sebagian besar telah habis, dan investor kini sebaiknya memantau apakah pembeli baru terus masuk ke pasar.
Dengan XRP yang kini diperdagangkan di kisaran $1,14, para trader mengincar level resistance kunci di $1,10 yang kini berhasil ditembus. Apabila momentum bullish berlanjut, target berikutnya berada di zona $1,20 hingga $1,25 dalam jangka pendek.
Performa XRP yang mengungguli mayoritas altcoin minggu ini menandakan adanya pergeseran minat spekulatif kembali ke token ekosistem lama yang sudah mapan. Hal ini juga didorong oleh ekspektasi positif terhadap perkembangan regulasi kripto di AS, termasuk progres RUU CLARITY Act yang baru saja mendapat angin segar setelah kelompok penegak hukum menarik penolakannya.



