Regulasi

BREAKING: Trump Batalkan Penandatanganan RUU Perumahan Berisi Larangan CBDC

BREAKING: Trump Batalkan Penandatanganan RUU Perumahan Berisi Larangan CBDC

Key Takeaways

Trump batalkan penandatanganan RUU perumahan berisi larangan CBDC hingga 2030. Presiden kaitkan dengan tuntutan pengesahan SAVE America Act yang kontroversial.

Pembatalan Mengejutkan via Truth Social

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan membatalkan upacara penandatanganan RUU perumahan bipartisan yang berisi larangan penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC) hingga 2030. Keputusan ini diumumkan melalui unggahan di Truth Social pada Rabu pagi (24/6), di mana Trump menyatakan penandatanganan akan ditunda "sampai kita mengesahkan SAVE America Act yang sangat dibutuhkan."

RUU 21st Century ROAD to Housing Act, yang telah disahkan oleh Senat dan DPR AS, mencakup ketentuan yang melarang Federal Reserve untuk menerbitkan atau menciptakan CBDC "atau aset digital apa pun yang secara substansial serupa" hingga akhir 2030. Yang menarik, undang-undang ini juga menyertakan pengecualian untuk stablecoin, mengizinkan "mata uang berdenominasi dolar yang terbuka, permissionless, dan privat."

Reaksi Kongres dan Dukungan Bipartisan

Banyak pihak sebelumnya memperkirakan Trump akan menandatangani RUU yang bertujuan mengatasi keterjangkauan perumahan ini tanpa hambatan. Namun, presiden telah memperingatkan sejak Maret bahwa ia "tidak akan menandatangani RUU lain" sampai SAVE America Act disahkan — sebuah undang-undang yang mewajibkan pemilih untuk memberikan bukti kewarganegaraan AS secara langsung untuk mendaftar memilih.

Pembatalan mendadak ini menimbulkan gelombang kejut di Kongres. Senator Partai Republik Tim Scott, ketua Komite Perbankan Senat, sebelumnya menyatakan dukungan terhadap RUU perumahan tersebut pada Rabu pagi, seperti halnya Senator Demokrat Elizabeth Warren yang turut mensponsori RUU ini. "Saya tidak sering mengatakan ini akhir-akhir ini, tetapi Kongres benar-benar mengesahkan sesuatu yang baik," ujar Warren sebelum pengumuman Trump.

Dampak pada Regulasi Kripto AS

Yang lebih mengkhawatirkan bagi industri kripto, posisi Trump ini menimbulkan pertanyaan tentang nasib RUU terkait kripto lainnya, khususnya Digital Asset Market Clarity (CLARITY) Act. RUU ini diharapkan dapat mengubah peran regulator keuangan dalam mengawasi dan menegakkan hukum aset digital. Trump sebelumnya menyatakan pada Mei bahwa ia bermaksud mengkodifikasi "struktur pasar aset digital yang future-proof," yang kemungkinan merujuk pada CLARITY Act.

Dengan sikap Trump yang mengaitkan penandatanganan seluruh RUU dengan pengesahan SAVE America Act, nasib regulasi aset digital di AS kini berada dalam ketidakpastian. Jika Trump memveto RUU perumahan atau CLARITY Act, Kongres masih dapat membatalkan veto dengan mayoritas dua pertiga di kedua kamar — tetapi hal ini akan memerlukan dukungan bipartisan yang substansial di tengah iklim politik yang semakin terpolarisasi.

Yang jelas, larangan CBDC yang sebelumnya tampak akan segera menjadi undang-undang kini kembali menggantung. Bagi pendukung privasi finansial dan desentralisasi, penundaan ini adalah kemunduran signifikan dalam perjuangan melawan mata uang digital bank sentral di Amerika Serikat.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar