Bitcoin melonjak ke $63.550 setelah Presiden Trump umumkan penghentian perang Iran. Pasar global hijau, minyak anjlok, saham Asia reli terbesar dalam dua bulan.
De-Eskalasi Iran Jadi Katalis Utama
Bitcoin kembali ke zona hijau setelah sepekan penuh tekanan, dan pemicunya datang dari de-eskalasi mendadak konflik Iran. Pada Jumat pagi (12/6), Bitcoin diperdagangkan di level $63.550, naik 1,6% dalam 24 jam dan mencatat kenaikan 1,4% dalam sepekan, berdasarkan data CoinDesk.
Pasar Global Ikut Melonjak
Pernyataan tersebut langsung memicu reli di seluruh pasar keuangan global. Harga minyak mentah Brent turun 2% menjadi sekitar $88,50 per barel, meredakan kekhawatiran inflasi yang selama ini membebani aset berisiko termasuk kripto. Sebaliknya, harga emas dan perak justru melonjak karena investor mencari aset safe haven di tengah transisi geopolitik.
Dampak ke Bursa Saham Asia
Dampaknya terasa hingga bursa saham Asia. Indeks Kospi Korea Selatan, yang selama ini menjadi barometer saham AI, melonjak 8,4%. Indeks MSCI Asia Pacific naik 3,5%, menjadi kenaikan harian terbesar dalam dua bulan terakhir. Kontrak berjangka saham AS juga mengarah ke pembukaan positif, sementara bursa Eropa diproyeksikan naik 1,8%.
Inflasi Mereda, Tekanan Suku Bunga Berkurang
Dalam konteks yang lebih luas, de-eskalasi di Timur Tengah mengurangi tekanan pada harga minyak, yang selama ini memperburuk inflasi dan mendorong ekspektasi suku bunga tinggi. Ketakutan akan kenaikan suku bunga itulah yang sebelumnya menyeret kripto dan emas turun dalam sepekan terakhir. Sekarang, dengan meredanya tensi geopolitik, Bitcoin berhasil bangkit dari level terendah yang sempat menyentuh di bawah $60.000.
Altcoin Ikut Menguat
Reli Bitcoin tidak berjalan sendiri. Mayoritas kripto utama ikut menguat. Ether (ETH) naik 1,3% ke $1.673, BNB bertambah 1,5% ke $602, dan Solana (SOL) melesat 3,0% ke $67. XRP dan Dogecoin masing-masing naik lebih dari 2%. Token Hyperliquid (HYPE) memimpin kenaikan dengan lonjakan 7,6% harian, meskipun masih menjadi aset dengan performa terburuk dalam sepekan. Satu-satunya yang mencatat pelemahan adalah TRON (TRX) yang turun 2,0%.
SpaceX IPO Jadi Fokus Berikutnya
Pemulihan ini menjadi titik balik yang signifikan setelah awal pekan yang suram. Pada hari-hari sebelumnya, Bitcoin ETF spot di AS mencatat outflow sebesar $1,9 miliar, dan tekanan dari saham teknologi besar membuat BTC terancam menembus support kritis $60.000. Namun dengan sinyal perdamaian dari Timur Tengah, arus modal mulai kembali. Pasar kini mengalihkan perhatian ke IPO SpaceX yang dijadwalkan listing di Nasdaq pada Jumat (12/6). Perusahaan Elon Musk itu berhasil mengumpulkan $75 miliar dalam IPO terbesar sepanjang sejarah, dengan valuasi mencapai $1,8 triliun.
Prospek Bitcoin ke Depan
Meski optimisme kembali mewarnai pasar, para analis mengingatkan bahwa keberlanjutan reli Bitcoin sangat bergantung pada terealisasinya kesepakatan damai Iran. Jika penandatanganan berjalan sesuai rencana Trump akhir pekan ini di Eropa, reli berpotensi berlanjut. Namun jika negosiasi menemui jalan buntu, volatilitas bisa kembali menghantam pasar kripto. Untuk saat ini, Bitcoin berhasil membalikkan narasi bearish dan menunjukkan ketahanannya di tengah ketidakpastian global. Support $60.000 kembali terkonfirmasi sebagai level psikologis penting, sementara resistance berikutnya berada di kisaran $65.000-$67.000.
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.