Token H anjlok lebih dari 85% setelah peretas berhasil membobol kunci privat milik anggota Humanity Foundation dan mencuri aset senilai $32 juta atau sekitar Rp525 miliar dalam serangan terbesar pekan ini.
Kronologi Peretasan
Dunia kripto kembali diguncang insiden keamanan besar pada Selasa pagi. Token asli Humanity Protocol, yaitu H, mengalami kejatuhan harga yang dramatis setelah peretas berhasil membobol kunci privat (private key) milik salah satu anggota Humanity Foundation dan menguras aset senilai lebih dari $32 juta dolar AS.
Berdasarkan data on-chain yang dilacak oleh berbagai perusahaan analitik blockchain, serangan ini bermula ketika pelaku berhasil mendapatkan akses ke kunci privat yang mengontrol wallet-wallet penting milik proyek. Sekitar 17 dompet yang terkait dengan Humanity Protocol berhasil dikosongkan, dengan total kerugian mencapai $32 juta dan terus bertambah karena peretas masih aktif menjual token hasil curian.
Konfirmasi Resmi dari Pendiri
Pendiri dan CEO Humanity Protocol, Terence Kwok, mengonfirmasi insiden tersebut melalui media sosial X pada Selasa pagi. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa telah terjadi kompromi pada kunci privat milik seorang anggota Humanity Foundation. Kwok segera memperingatkan para pengguna untuk tidak berinteraksi dengan jembatan (bridge) protokol maupun kolam likuiditas (liquidity pools) hingga situasi dinyatakan aman. Tim protokol dikabarkan sedang bekerja sama dengan firma keamanan dan mitra bursa untuk menanggulangi dampak serangan.
Dampak Harga Token H
Dampak terhadap harga token H sangat signifikan. Data dari CoinGecko menunjukkan bahwa harga H merosot dari kisaran $0,70 menjadi sekitar $0,08 dalam waktu 12 jam โ penurunan lebih dari 85 persen. Bahkan pada titik terendah intraday, token sempat menyentuh $0,05, yang berarti penurunan sekitar 90 persen. Peretas diketahui telah menukar token H curian melalui berbagai bursa terdesentralisasi (DEX) termasuk Kyber Network dan PancakeSwap, serta mencetak tambahan 100 juta token H di BNB Chain senilai sekitar $11 juta.
Tentang Humanity Protocol
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi Humanity Protocol, yang sebelumnya dipandang sebagai salah satu proyek identitas terdesentralisasi paling menjanjikan. Proyek ini menggunakan teknologi pemindaian telapak tangan dan kriptografi zero-knowledge untuk memungkinkan pengguna membuktikan bahwa mereka adalah manusia tanpa mengungkapkan data pribadi โ sebuah konsep yang memposisikan proyek ini sebagai pesaing langsung Worldcoin milik Sam Altman. Humanity Protocol sebelumnya berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar $50 juta dari 27 investor, termasuk Jump Crypto, Hex Trust, dan Kingsway Capital.
Tren Peretasan Kunci Privat 2026
Serangan ini menjadi yang terbaru dalam serangkaian insiden peretasan kunci privat yang telah mengguncang industri kripto sepanjang tahun 2026. Pola serangan di mana pelaku menyasar kunci administratif ketimbang mengeksploitasi kerentanan kode pintar (smart contract) menjadi tren yang semakin mengkhawatirkan. Sebelumnya pada April lalu, bursa terdesentralisasi Solana, Drift Protocol, kehilangan sekitar $285 juta setelah penyerang menguasai kunci administratif. Kemudian Kelp DAO juga kehilangan sekitar $292 juta melalui serangan validator tunggal pada jembatan protokolnya.
Menurut laporan CertiK, kompromi wallet atau kunci privat merupakan vektor serangan paling mahal kedua pada bulan Mei 2026, dengan total kerugian mencapai $13,7 juta. Tren ini menunjukkan bahwa keamanan operasional โ bukan hanya keamanan kode โ kini menjadi titik lemah paling kritis dalam ekosistem kripto.
Tekanan Tambahan dan Dampak ke Depan
Memburuknya situasi juga diperparah oleh fakta bahwa sekitar 266 juta token H senilai sekitar $28 juta dijadwalkan untuk dibuka (unlock) pada 25 Juni 2026 dalam enam alokasi termasuk treasury yayasan dan cadangan strategis, yang berpotensi menambah tekanan jual terhadap token yang sudah terpukul.
Para analis memperingatkan bahwa insiden ini dapat berdampak lebih luas terhadap sentimen investor di sektor identitas terdesentralisasi dan memperkuat argumen para regulator yang mendorong pengawasan lebih ketat terhadap proyek-proyek kripto. Dengan kerugian yang terus bertambah dan pelaku yang masih aktif, komunitas kripto global kini menanti langkah selanjutnya dari tim Humanity Protocol untuk menangani krisis terbesar dalam sejarah proyek ini.
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.