SpaceX mencetak sejarah sebagai IPO terbesar sepanjang masa dengan valuasi $1,8 triliun. Saham tokenisasi SPCX juga hadir di Solana lewat Backpack, membuka era baru konvergensi saham tradisional dan blockchain.
IPO Terbesar Sepanjang Sejarah
SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, secara resmi menetapkan harga saham IPO-nya di level $135 per lembar pada Kamis (11/6), menjadikannya sebagai initial public offering terbesar sepanjang sejarah dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai $75 miliar.
Angka ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Saudi Aramco sebesar $30 miliar pada tahun 2019. Dengan harga tersebut, SpaceX akan memasuki bursa Nasdaq pada Jumat (12/6) hari ini dengan valuasi terdilusi penuh sekitar $1,8 triliun, menggunakan ticker SPCX.
SpaceX dan Kepemilikan Bitcoin $1,2 Miliar
Yang membuat IPO ini sangat relevan bagi dunia kripto adalah kepemilikan Bitcoin SpaceX yang signifikan. Perusahaan diketahui memiliki 18.712 Bitcoin per 31 Maret 2026, yang dengan harga BTC saat ini di kisaran $63.500 bernilai hampir $1,2 miliar.
Kepemilikan Bitcoin ini menjadikan SpaceX sebagai salah satu perusahaan publik dengan treasury Bitcoin terbesar, sejajar dengan Tesla yang juga dimiliki oleh Elon Musk dan memegang lebih dari 11.500 BTC.
Saham Tokenisasi di Solana: Revolusi Konvergensi TradFi dan DeFi
Bersamaan dengan debutnya di Nasdaq, saham SpaceX juga akan mulai diperdagangkan dalam bentuk tokenisasi di jaringan Solana. Token bernama SPCX ini diterbitkan oleh Backpack Securities, sebuah platform broker teregulasi dan bursa kripto.
Menurut pengumuman dari Sunrise, penyedia infrastruktur tokenisasi, dan Backpack Securities, token SPCX merepresentasikan kepemilikan atas saham SpaceX yang mendasarinya dan dapat ditebus (redeem) untuk saham fisik tersebut melalui platform broker Backpack. Lebih menarik lagi, pemegang saham yang memenuhi syarat juga dapat mengonversi saham mereka kembali menjadi token, menciptakan jembatan dua arah antara rekening broker tradisional dan pasar berbasis blockchain.
CEO Backpack, Armani Ferrante, menegaskan visi besar di balik langkah ini. "Masa depan ekuitas tokenisasi bukan hanya sekadar menempatkan eksposur harga di on-chain. Ini tentang membuat sekuritas yang mendasarinya portabel di seluruh sistem keuangan."
Perdagangan 24/7 dan Akses Global
SPCX akan diperdagangkan di Solana selama 24 jam 7 hari seminggu, termasuk di luar jam pasar tradisional. Token ini dapat disimpan di wallet self-custody dan diperdagangkan di berbagai venue berbasis Solana. Ini menandai salah satu upaya paling ambisius untuk membawa saham AS yang baru tercatat ke on-chain sejak hari pertama perdagangan.
Langkah ini hadir di tengah minat yang terus meningkat terhadap aset dunia nyata (real-world assets/RWA) yang ditokenisasi. Data menunjukkan bahwa aset tokenisasi mencapai rekor $28,9 miliar pada bulan Mei 2026, menandai bulan ke-10 berturut-turut yang mencetak all-time high. Kapitalisasi pasar stablecoin juga melanjutkan rekor ke $320 miliar.
Apa Artinya Bagi Investor Kripto?
Sementara itu, valuasi SpaceX yang mencapai $1,8 triliun menuai beragam reaksi. Perusahaan yang dipimpin Elon Musk ini menghasilkan pendapatan sekitar $19 miliar tahun lalu dari kontrak peluncuran, kontrak pemerintah, dan bisnis internet satelit Starlink yang berkembang pesat, namun belum membukukan laba bersih.
Terlepas dari perdebatan valuasi, debut SpaceX di Nasdaq dan Solana secara bersamaan akan menjadi ujian besar bagi selera investor terhadap penawaran teknologi skala besar dan konvergensi yang semakin dalam antara keuangan tradisional (TradFi) dan pasar berbasis blockchain.
Bagi investor kripto Indonesia, ini adalah momen bersejarah yang patut dicermati. Kehadiran saham SpaceX di Solana membuktikan bahwa narasi tokenisasi aset bukan lagi sekadar konsep, melainkan realitas yang kini tersedia di blockchain publik.
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.