Regulasi

BREAKING: Senat AS Targetkan Voting CLARITY Act Bulan Juli

BREAKING: Senat AS Targetkan Voting CLARITY Act Bulan Juli

Key Takeaways

Para pemimpin Senat AS mendorong pemungutan suara CLARITY Act pada Juli 2026. RUU regulasi kripto komprehensif ini hanya punya waktu empat minggu sebelum Kongres memasuki masa reses Agustus.

Para pemimpin Partai Republik di Senat Amerika Serikat pada Senin (29/6) mengonfirmasi bahwa mereka mendorong pemungutan suara penuh untuk Digital Asset Market Clarity (CLARITY) Act pada bulan Juli 2026. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komite Perbankan Senat Tim Scott dan Pemimpin Mayoritas Senat John Thune, menandai babak baru yang krusial bagi regulasi aset digital di negara dengan ekonomi terbesar dunia tersebut.

CLARITY Act merupakan rancangan undang-undang yang bertujuan membentuk kerangka regulasi komprehensif untuk industri mata uang kripto di Amerika Serikat. RUU ini telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Juli 2025 dan sejak saat itu menghadapi berbagai rintangan di Senat โ€” mulai dari penolakan industri terhadap klausul imbalan stablecoin hingga kekhawatiran anggota parlemen soal etika, terutama terkait keterlibatan keluarga Trump dalam bisnis kripto.

Perjalanan Panjang Menuju Lantai Senat

RUU ini berhasil lolos dari Komite Pertanian Senat pada Januari 2026 dan Komite Perbankan Senat pada Mei 2026, keduanya berdasarkan garis partai. Namun, perjalanannya menuju pemungutan suara penuh di Senat masih menghadapi ketidakpastian signifikan.

Salah satu faktor yang memperkeruh situasi adalah langkah Presiden Donald Trump yang pekan lalu membatalkan upacara penandatanganan 21st Century ROAD to Housing Act โ€” sebuah RUU perumahan yang juga memuat larangan Central Bank Digital Currency (CBDC). Trump menyatakan tidak akan menandatangani RUU tersebut hingga Kongres meloloskan SAVE America Act, undang-undang yang mewajibkan bukti kewarganegaraan untuk pendaftaran pemilih. Pernyataan ini memicu kekhawatiran bahwa CLARITY Act juga bisa terhambat oleh agenda politik presiden.

Meskipun demikian, Senator Cynthia Lummis โ€” salah satu pendukung utama CLARITY Act โ€” menyatakan optimismenya dalam wawancara dengan Fox Business. "Kami telah bernegosiasi keras soal CLARITY Act sejak Hari Buruh tahun lalu, dan ini adalah proses yang berat," ujarnya. Lummis menambahkan bahwa tim perunding masih menyempurnakan bagian terkait DeFi, keuangan gelap (illicit finance), dan ketentuan etika.

Waktu Kritis Empat Minggu

Menurut Lummis, teks final RUU akan dirilis sekitar 4 Juli 2026 untuk memberi kesempatan terakhir bagi semua pihak meninjaunya sebelum pemungutan suara. "Kita akan bergerak di bulan Juli," tegasnya.

Waktu yang tersedia sangat terbatas. Para anggota parlemen dijadwalkan berada di daerah pemilihan masing-masing hingga 13 Juli, menyisakan hanya empat minggu untuk membahas dan mengambil keputusan atas RUU ini sebelum reses selama sebulan penuh pada Agustus. Jika Senat gagal mencapai ambang batas 60 suara โ€” yang berarti membutuhkan dukungan dari sebagian senator Demokrat โ€” banyak pengamat memperkirakan pembahasan CLARITY Act bisa tertunda hingga sesi Kongres berikutnya pada 2027.

Partai Republik memegang mayoritas tipis di Senat sehingga membutuhkan dukungan lintas partai. Namun, sejumlah senator Demokrat telah mendorong ketentuan etika yang lebih ketat dalam RUU ini, menyoroti hubungan keluarga Trump dengan industri kripto melalui memecoin presiden serta keterlibatan putra-putranya di platform World Liberty Financial dan perusahaan penambangan Bitcoin.

Dampak bagi Industri Kripto Global

Firma analisis Galaxy baru-baru ini memangkas prediksi peluang lolosnya CLARITY Act menjadi hanya 50 persen, menyusul waktu yang semakin sempit di lantai Senat. Ketidakpastian ini menciptakan tekanan besar bagi industri kripto global yang sangat menantikan kejelasan regulasi dari Amerika Serikat sebagai acuan bagi yurisdiksi lain di seluruh dunia.

Jika disahkan, CLARITY Act akan menjadi undang-undang struktur pasar aset digital paling komprehensif dalam sejarah AS, menetapkan batasan yurisdiksi yang jelas antara Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC) dalam mengawasi industri kripto. Keputusan Senat dalam empat minggu ke depan akan menentukan apakah industri kripto AS akhirnya mendapatkan kepastian hukum yang telah lama dinantikan, atau harus menunggu hingga tahun 2027.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar