Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) secara resmi membuka konsultasi publik bersama pada Jumat (26/6) untuk menyelaraskan aturan margin portofolio di pasar sekuritas dan derivatif. Langkah ini dinilai dapat membuka peluang cross-margining yang lebih luas serta mengurangi fragmentasi pasar, termasuk untuk aset kripto yang semakin terintegrasi di kedua ranah regulasi.
Apa Itu Cross-Margining dan Mengapa Penting?
Cross-margining memungkinkan posisi yang saling mengimbangi di berbagai produk atau pasar untuk dipertimbangkan secara bersamaan saat menghitung persyaratan margin, alih-alih memperlakukan setiap posisi secara terpisah. Dengan mengenali offset ini, perusahaan seringkali dapat menyetor lebih sedikit agunan untuk posisi yang dilindung nilai karena margin didasarkan pada risiko keseluruhan portofolio, bukan setiap posisi secara individual.
Ketua SEC Paul Atkins menyatakan bahwa cross-margining menawarkan peluang nyata untuk membuka likuiditas yang saat ini terbekukan di akun-akun terpisah. Ia menambahkan bahwa harmonisasi kerangka kerja kedua lembaga dapat mencegah tumpang tindih yurisdiksi yang membatasi inovasi dan efisiensi pasar.
Kedua lembaga meminta masukan publik mengenai cross-margining, perlakuan agunan, manajemen risiko, perlindungan nasabah, serta dampak potensial terhadap likuiditas dan kompetisi pasar. Periode komentar publik akan dibuka selama 60 hari setelah permintaan ini diterbitkan dalam Federal Register.
Ekspansi Derivatif Kripto di Pasar Teregulasi AS
SEC mengawasi sekuritas dan swap berbasis sekuritas, sementara CFTC mengatur futures, swap, dan derivatif komoditas. Seiring dengan semakin banyaknya bursa kripto dan perusahaan pialang yang beroperasi di kedua pasar, tinjauan bersama ini mencerminkan kebutuhan yang semakin besar akan pengawasan yang terkoordinasi.
Inisiatif ini hadir di tengah ekspansi pesat derivatif kripto di pasar teregulasi AS. Pada 29 Mei lalu, CFTC menyetujui perpetual futures Bitcoin untuk platform prediction market Kalshi dan memberikan izin kepada Coinbase Financial Markets untuk menawarkan akses ke opsi kripto dan perpetual futures yang terdaftar di Deribit bagi klien institusional AS yang memenuhi syarat.
Beberapa minggu kemudian, Kraken meluncurkan perpetual futures yang diatur CFTC untuk pengguna AS yang memenuhi syarat melalui platform Bitnomial yang baru diakuisisi, memperluas penawaran derivatif domestiknya di luar futures kripto yang terdaftar di CME.
Tantangan Regulasi di Tengah Inovasi
Ekspansi derivatif kripto di AS juga memunculkan pertanyaan lebih luas tentang apakah kerangka regulasi yang ada tetap sesuai di berbagai pasar. Awal pekan ini, Ketua CFTC Mike Selig mengatakan bahwa perpetual futures kripto bukanlah 'kesesuaian alami' untuk pasar komoditas tradisional seperti pertanian, menyoroti tantangan yang dihadapi regulator dalam menerapkan kerangka kerja yang ada di berbagai kelas aset yang semakin beragam.
Konsultasi publik ini menandai langkah penting menuju kerangka regulasi yang lebih terpadu untuk pasar keuangan AS, dengan implikasi signifikan bagi industri kripto yang terus berkembang di persimpangan antara sekuritas dan derivatif.



