Regulasi

BREAKING: SEC Bakal Hapus Rule 611, Tokenisasi Saham AS Makin Dekat ke DeFi

BREAKING: SEC Bakal Hapus Rule 611, Tokenisasi Saham AS Makin Dekat ke DeFi

Key Takeaways

SEC resmi usulkan pencabutan Rule 611 dan 610e yang selama ini menghalangi perdagangan saham tokenisasi di DeFi. Galaxy sebut ini pembuka terbesar untuk ekuitas on-chain.

SEC Resmi Usulkan Pencabutan Dua Aturan Kunci Pasar Saham

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) kembali membuat gebrakan besar yang berpotensi mengubah lanskap perdagangan saham selamanya. Pada Kamis (12/6), SEC secara resmi mengusulkan pencabutan dua aturan kunci dalam regulasi pasar saham nasional โ€” Rule 611 dan Rule 610(e) โ€” yang selama ini menjadi penghalang utama bagi perdagangan saham ter-tokenisasi di platform keuangan terdesentralisasi (DeFi). Rule 611, yang juga dikenal sebagai "order protection rule" atau aturan larangan "trade-through", melarang eksekusi order saham di satu bursa dengan harga yang lebih buruk dibandingkan harga terbaik yang tersedia di bursa lain. Sementara itu, Rule 610(e) melarang bursa menampilkan bid pada harga yang sama atau lebih tinggi dari yang tersedia di tempat lain. Kedua aturan ini dirancang untuk melindungi investor ritel, namun dalam praktiknya menjadi batu sandungan bagi inovasi blockchain di pasar modal.

Alex Thorn: Ini Pembuka Terbesar untuk Saham Tokenisasi

Kepala Riset Galaxy, Alex Thorn, menyebut proposal ini sebagai "salah satu pembuka terbesar untuk saham ter-tokenisasi" dan menekankan bahwa langkah ini akan menghapus salah satu hambatan struktural terbesar yang menghalangi ekuitas AS diperdagangkan di ekosistem DeFi. Menurut Thorn, automated market makers (AMM) โ€” program yang memfasilitasi perdagangan dengan menggabungkan likuiditas โ€” tidak dapat mematuhi aturan trade-through karena mereka mengeksekusi order berdasarkan harga pool saat itu juga, tanpa bisa berhenti meskipun ada kuotasi lebih baik di tempat lain. Harga dari AMM yang terus berfluktuasi juga akan secara konstan melanggar aturan yang bertujuan menjamin investor mendapat harga terbaik di seluruh platform. Dengan pencabutan dua aturan ini, SEC diperkirakan akan menggantinya dengan kerangka "best execution" yang lebih fleksibel dan mengakomodasi mekanisme perdagangan berbasis blockchain.

Project Crypto dan Masa Depan Pasar Modal On-Chain

Langkah ini merupakan bagian dari "Project Crypto" yang diluncurkan SEC sejak Agustus 2025 โ€” sebuah inisiatif ambisius untuk menyusun aturan main bagi penggunaan aset digital dan teknologi blockchain di pasar modal AS. Regulator memberikan waktu 60 hari bagi publik untuk memberikan masukan sebelum aturan final ditetapkan. Kabar ini datang hanya sebulan setelah SEC dikabarkan menunda rencana serupa karena kekhawatiran dari operator bursa saham tradisional. Namun, dengan proposal resmi yang kini sudah diajukan, sinyalnya jelas: era tokenisasi saham AS semakin dekat ke kenyataan. Bagi industri kripto, ini adalah kemenangan regulasi besar yang berpotensi membuka pintu bagi triliunan dolar aset tradisional untuk masuk ke ekosistem on-chain. Wall Street dan DeFi tidak lagi berjalan di jalur terpisah โ€” keduanya kini bersiap untuk bertemu di tengah.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar