STRC Jatuh ke $91,79—Hampir 8% di Bawah Nilai Pari
Saham preferen Strategy (MSTR) yang membayar dividen, STRC, ditutup pada harga $91,79 pada Selasa (16/6), menandai penutupan terendah ketiga sejak pertama kali diperdagangkan pada Juli 2025. Satu-satunya penutupan yang lebih rendah terjadi dalam dua sesi di bulan yang sama saat STRC sempat jatuh ke $88,60.
STRC, yang dirancang untuk diperdagangkan sedekat mungkin dengan nilai pari $100, kini diperdagangkan hampir 8% di bawah nilai pari tersebut. Yang lebih mengkhawatirkan, saham ini tidak pernah menyentuh $100 sejak ex-dividend date pada 15 Mei lalu, memutus pola historis di mana STRC biasanya pulih menuju nilai pari menjelang tanggal ex-dividend.
Bitcoin Tertekan, Cakupan Dividen Mengecil
Beberapa faktor berkontribusi terhadap pelemahan persisten STRC. Pertama, saham ini secara historis bergerak seiring dengan harga Bitcoin, dan BTC saat ini masih berkisar di $65.000—sekitar 50% di bawah level tertinggi sepanjang masa Oktober lalu. Tekanan makroekonomi termasuk kenaikan suku bunga Bank of Japan ke level tertinggi sejak 1995 turut membebani aset berisiko termasuk kripto.
Kedua, kekhawatiran serius muncul seputar cakupan dividen Strategy. Perusahaan saat ini hanya memiliki cadangan kas yang cukup untuk sekitar tujuh bulan pembayaran dividen, setelah menggunakan sebagian cadangannya untuk melunasi obligasi konversi senilai $1,5 miliar pada Mei lalu. Sebelum pelunasan tersebut, posisi kas perusahaan menyediakan cakupan dividen hingga 24 bulan.
Strive SATA Curi Perhatian Investor
Tekanan kompetitif juga semakin intens. Investor semakin beralih ke produk pesaing dari Strive (ASST), yakni SATA, yang menawarkan yield tahunan lebih tinggi sekitar 13% dibandingkan STRC yang hanya 11,5%. SATA juga membayar dividen harian, bukan distribusi dua kali sebulan seperti STRC, dan memiliki struktur modal bebas utang yang lebih menarik bagi investor berorientasi pendapatan.
Spread antara kedua sekuritas kini mencapai rekor terlebar, dengan STRC diperdagangkan pada diskon sekitar $8,20 terhadap SATA yang masih bertahan di $99,99. Pasar tampaknya memberi sinyal bahwa tingkat dividen STRC perlu dinaikkan sekitar 100 basis poin untuk memulihkan permintaan dan membawa sekuritas kembali mendekati nilai pari $100.
Dampak bagi Pemegang Bitcoin Terbesar Dunia
Bagi investor kripto, gejolak pada saham Strategy menjadi indikator penting. Strategy, yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, adalah pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia dengan lebih dari 500.000 BTC di neracanya. Tekanan pada struktur modal perusahaan dapat memicu kekhawatiran lebih luas tentang valuasi perusahaan yang sangat bergantung pada harga Bitcoin.
Meskipun CEO Strategy, Michael Saylor, telah berulang kali menegaskan komitmennya pada strategi akumulasi Bitcoin, pasar tampaknya mulai mempertanyakan keberlanjutan model bisnis yang mengandalkan penerbitan saham dan obligasi konversi untuk membeli lebih banyak BTC. Dengan volatilitas Bitcoin yang masih tinggi dan persaingan yang semakin ketat dari pemain baru seperti Strive, Strategy menghadapi ujian berat dalam beberapa bulan mendatang.



