Bitcoin

BREAKING: Saham STRC Strategy Anjlok 17%, Bitcoin Jatuh Rp15 Triliun

BREAKING: Saham STRC Strategy Anjlok 17%, Bitcoin Jatuh Rp15 Triliun

Key Takeaways

Saham preferen STRC Strategy anjlok 17% ke $83 di tengah aksi jual Bitcoin, cadangan dividen menipis, dan kerugian belum terealisasi mencapai $11,14 miliar.

Kronologi Kejatuhan STRC

Pasar kripto kembali diguncang setelah saham preferen STRC milik perusahaan treasury Bitcoin Strategy (sebelumnya MicroStrategy) mengalami kejatuhan dramatis hingga 17% di bawah nilai par $100, menyentuh level terendah $83 pada Kamis (19/6).

Kejatuhan ini menandai titik terendah STRC sejak pertama kali diluncurkan pada Juli 2025. Saham yang dirancang sebagai instrumen high-yield low-volatility ini justru menjadi pusat perhatian karena volatilitasnya yang ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan laporan CoinDesk (20/6), serangkaian peristiwa telah mendorong STRC ke jurang. Dimulai 14 Mei ketika STRC masih bertahan di $100 dan Bitcoin diperdagangkan di atas $80.000. Namun tekanan mulai muncul ketika Strive Asset Management mengumumkan dividen harian untuk saham kompetitornya, SATA, dengan yield lebih tinggi 13%.

Cadangan Dividen Menipis

Pukulan berikutnya datang pada 15 Mei saat Strategy mengumumkan pembelian kembali (buyback) obligasi konversi senilai $1,5 miliar dengan diskon 8%. Transaksi ini sebagian didanai dari cadangan kas dolar yang seharusnya digunakan untuk membayar dividen STRC. Cadangan yang semula cukup untuk 24 bulan pembayaran dividen menyusut menjadi hanya 6 bulan.

"Ini bukan tanda melemahnya fundamental kredit, melainkan likuidasi yang dipicu leverage," ujar Matt Cole, CEO Strive, mengomentari kejatuhan STRC dan SATA.

Kerugian $11,14 Miliar Membayangi

Yang lebih mengkhawatirkan adalah kondisi keuangan Strategy secara keseluruhan. Perusahaan kini memegang 846.842 BTC yang dibeli dengan harga rata-rata $75.656 per koin. Dengan Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar $62.500, Strategy menanggung kerugian belum terealisasi sekitar $11,14 miliar.

Saham biasa MSTR juga anjlok sekitar 80% dari all-time high November 2024, kini diperdagangkan di kisaran $112. Bitcoin sendiri telah jatuh dari rekor $126.000 pada Oktober 2025 ke level $62.000-an, penurunan lebih dari 50%.

Ini adalah pertama kalinya Strategy menjual Bitcoin sejak 2022 — langkah yang dilakukan pada 1 Juni ketika perusahaan melepas 32 BTC senilai $2,5 juta untuk menunjukkan kesediaan menjual aset jika diperlukan membayar kewajiban dividen. Meski hanya 0,0038% dari total kepemilikan, langkah tersebut memicu kepanikan pasar: MSTR langsung turun 5,9% dan Bitcoin merosot ke $70.500.

Apa Selanjutnya?

Investor kini mempertanyakan apakah STRC dapat kembali ke nilai par $100. Dengan Bitcoin yang masih dalam tren bearish dan cadangan kas yang menipis, jalan menuju pemulihan tampak semakin terjal. Pertanyaan besar berikutnya: akankah Strategy bertahan tanpa harus menjual lebih banyak Bitcoin?

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar