Kronologi Kejatuhan STRC
Pasar kripto kembali diguncang setelah saham preferen STRC milik perusahaan treasury Bitcoin Strategy (sebelumnya MicroStrategy) mengalami kejatuhan dramatis hingga 17% di bawah nilai par $100, menyentuh level terendah $83 pada Kamis (19/6).
Kejatuhan ini menandai titik terendah STRC sejak pertama kali diluncurkan pada Juli 2025. Saham yang dirancang sebagai instrumen high-yield low-volatility ini justru menjadi pusat perhatian karena volatilitasnya yang ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan laporan CoinDesk (20/6), serangkaian peristiwa telah mendorong STRC ke jurang. Dimulai 14 Mei ketika STRC masih bertahan di $100 dan Bitcoin diperdagangkan di atas $80.000. Namun tekanan mulai muncul ketika Strive Asset Management mengumumkan dividen harian untuk saham kompetitornya, SATA, dengan yield lebih tinggi 13%.
Cadangan Dividen Menipis
Pukulan berikutnya datang pada 15 Mei saat Strategy mengumumkan pembelian kembali (buyback) obligasi konversi senilai $1,5 miliar dengan diskon 8%. Transaksi ini sebagian didanai dari cadangan kas dolar yang seharusnya digunakan untuk membayar dividen STRC. Cadangan yang semula cukup untuk 24 bulan pembayaran dividen menyusut menjadi hanya 6 bulan.
"Ini bukan tanda melemahnya fundamental kredit, melainkan likuidasi yang dipicu leverage," ujar Matt Cole, CEO Strive, mengomentari kejatuhan STRC dan SATA.
Kerugian $11,14 Miliar Membayangi
Yang lebih mengkhawatirkan adalah kondisi keuangan Strategy secara keseluruhan. Perusahaan kini memegang 846.842 BTC yang dibeli dengan harga rata-rata $75.656 per koin. Dengan Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar $62.500, Strategy menanggung kerugian belum terealisasi sekitar $11,14 miliar.
Saham biasa MSTR juga anjlok sekitar 80% dari all-time high November 2024, kini diperdagangkan di kisaran $112. Bitcoin sendiri telah jatuh dari rekor $126.000 pada Oktober 2025 ke level $62.000-an, penurunan lebih dari 50%.
Ini adalah pertama kalinya Strategy menjual Bitcoin sejak 2022 — langkah yang dilakukan pada 1 Juni ketika perusahaan melepas 32 BTC senilai $2,5 juta untuk menunjukkan kesediaan menjual aset jika diperlukan membayar kewajiban dividen. Meski hanya 0,0038% dari total kepemilikan, langkah tersebut memicu kepanikan pasar: MSTR langsung turun 5,9% dan Bitcoin merosot ke $70.500.
Apa Selanjutnya?
Investor kini mempertanyakan apakah STRC dapat kembali ke nilai par $100. Dengan Bitcoin yang masih dalam tren bearish dan cadangan kas yang menipis, jalan menuju pemulihan tampak semakin terjal. Pertanyaan besar berikutnya: akankah Strategy bertahan tanpa harus menjual lebih banyak Bitcoin?



