Saham Circle Terjun Bebas
Saham Circle Internet Group (CRCL) mengalami penurunan tajam lebih dari 13% pada perdagangan Selasa (30/6), menyentuh level terendah dalam empat bulan terakhir di kisaran $63-$66. Aksi jual massal ini dipicu oleh pengumuman peluncuran Open USD (OUSD), stablecoin berbasis dolar AS yang didukung oleh konsorsium lebih dari 140 perusahaan keuangan dan teknologi global.
Aliansi Raksasa di Balik Open USD
Open Standard, perusahaan independen di balik Open USD, mengumumkan bahwa stablecoin baru ini didukung oleh nama-nama raksasa seperti Stripe, Coinbase, Visa, Mastercard, dan BlackRock. Selain itu, mitra peluncuran juga mencakup BNY, Standard Chartered, DBS, U.S. Bank, Shopify, Google, IBM, Mercado Pago, Fireblocks, Anchorage Digital, MetaMask, Aave, Solana, Polygon, dan Ripple — membentuk aliansi terbesar dalam sejarah industri stablecoin.
Zach Abrams, co-founder perusahaan infrastruktur stablecoin Bridge yang diakuisisi Stripe pada 2024, memimpin inisiatif ini. "Stablecoin yang ada saat ini memiliki keunggulan besar, tetapi untuk menggunakannya dalam skala luas, bisnis membutuhkan sesuatu yang terbuka, berbiaya rendah, throughput tinggi, dapat diakses secara luas, dan selaras dengan kepentingan mereka," ujar Abrams.
Ancaman Terhadap Model Bisnis Circle
Model bisnis Open USD menjadi ancaman langsung bagi penerbit stablecoin dominan seperti Circle (USDC) dan Tether (USDT). Tidak seperti stablecoin konvensional, Open USD memungkinkan mitra bisnis untuk mencetak dan menebus token tanpa biaya apa pun serta menerima pendapatan penuh dari cadangan aset yang mendukung stablecoin tersebut.
Saat ini, penerbit seperti Circle memperoleh pendapatan besar dengan menginvestasikan cadangan USDC dalam obligasi jangka pendek AS (US Treasuries) dan mempertahankan sebagian besar bunga yang dihasilkan. Model ini menjadi tulang punggung bisnis Circle yang kini terancam oleh pendekatan distribusi hasil investasi cadangan Open USD kepada seluruh mitra jaringan.
Pendekatan ini mirip dengan Global Dollar Network (USDG) yang dipimpin Paxos dan didukung Robinhood, Kraken, serta Galaxy Digital, namun Open USD hadir dengan skala dan dukungan institusional yang jauh lebih luas.
Pasar Stablecoin $312 Miliar dalam Pertarungan
Pasar stablecoin global kini bernilai lebih dari $312 miliar menurut data DefiLlama, dengan USDT menguasai sekitar $145 miliar dan USDC sekitar $73 miliar kapitalisasi pasar. Citi memproyeksikan pasar ini dapat tumbuh hingga $4 triliun pada tahun 2030, menarik minat bank, perusahaan pembayaran, dan firma fintech untuk menerbitkan stablecoin mereka sendiri.
Persaingan di sektor stablecoin kini semakin bergeser dari sekadar menerbitkan token menjadi pertarungan memperebutkan kendali atas infrastruktur dan jaringan distribusi yang mendasarinya.
Respons Circle dan Lanskap Regulasi Global
Jeremy Allaire, CEO Circle, merespons peluncuran Open USD dengan tenang melalui unggahan di platform X. "Stablecoin mewakili salah satu peluang pasar terbesar di dunia seiring internet mentransformasi infrastruktur penyimpanan dan perpindahan uang," tulisnya. "Kami menyambut inovasi dan kompetisi yang berkelanjutan di ruang ini dan akan tetap fokus membangun infrastruktur stablecoin terbaik serta mendorong kesuksesan pelanggan dan mitra."
Peluncuran ini hadir di tengah lanskap regulasi AS yang semakin ramah terhadap stablecoin. Presiden Donald Trump menandatangani GENIUS Act menjadi undang-undang pada tahun lalu, menciptakan kerangka regulasi untuk stablecoin pembayaran yang diperkirakan akan mempercepat adopsi institusional secara signifikan.
Di Eropa, gelombang serupa juga terjadi di mana sekelompok bank dan penyedia pembayaran meluncurkan Qivalis, sebuah usaha patungan untuk mengembangkan stablecoin berdenominasi euro, menandakan pergeseran global menuju infrastruktur pembayaran digital bersama.
Kesimpulan
Meski Circle meremehkan ancaman ini, reaksi pasar berbicara sebaliknya. Penurunan saham CRCL sebesar 13% pada Selasa kemarin merupakan yang terbesar sejak kuartal pertama 2026, menandakan kekhawatiran investor terhadap model bisnis Circle yang sangat bergantung pada pendapatan bunga dari cadangan USDC.
Open USD dijadwalkan meluncur secara resmi pada akhir tahun 2026, memberikan waktu terbatas bagi Circle dan Tether untuk merespons sebelum pesaing baru ini mulai merebut pangsa pasar. Pertarungan stablecoin generasi berikutnya telah resmi dimulai.



