Pasar mata uang kripto memasuki kuartal ketiga tahun 2026 dalam kondisi likuiditas yang lebih tipis dan leverage yang jauh berkurang setelah gelombang likuidasi besar-besaran menghantam pasar sepanjang kuartal kedua. Menurut laporan terbaru dari penyedia data institusional Talos, total likuidasi posisi long Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) mencapai angka fantastis $8,35 miliar selama Q2 2026.
Gelombang Likuidasi Sapu Bersih Pasar
Laporan Talos yang dirilis pada Rabu (1/7/2026) mengungkapkan bahwa proses deleveraging ini terjadi bersamaan dengan arus keluar besar dari ETF Bitcoin spot, berkurangnya pembelian Bitcoin oleh Strategy (sebelumnya MicroStrategy), dan kontraksi suplai stablecoin. Perpaduan faktor-faktor ini menciptakan lingkungan perdagangan yang sangat berbeda dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya.
Bitcoin sendiri pada perdagangan Rabu menyentuh level $57.742, harga terendah sejak 17 September 2024. Level ini menandai penurunan sekitar 20% sepanjang Juni, menjadikannya bulan terburuk bagi aset kripto terbesar di dunia itu dalam beberapa tahun terakhir.
Talos mencatat bahwa open interest Bitcoin โ yang mengukur nilai kontrak derivatif yang masih beredar โ anjlok ke $33,5 miliar, turun 32% dari puncak Q2. Sementara open interest Ether terjun lebih dalam lagi, turun 40% menjadi $16,2 miliar. Angka-angka ini menegaskan bahwa uang leverage telah tersapu bersih dari pasar secara signifikan.
ETF Bitcoin dan Strategy Catat Penurunan Permintaan
Di sisi permintaan institusional, ETF Bitcoin spot Amerika Serikat mencatat rekor outflow bulanan terburuk sepanjang sejarah pada Juni 2026. Total dana yang keluar mencapai $4,5 miliar, mendorong total outflow year-to-date 2026 menjadi $5,5 miliar. iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menyumbang sekitar 79% dari total penarikan Juni, dengan outflow mencapai $3,55 miliar.
Menariknya, data CryptoQuant menunjukkan bahwa kepemilikan ETF Bitcoin spot AS kini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun arus masuk kumulatif secara nominal lebih tinggi. Julio Moreno, kepala riset CryptoQuant, menyatakan bahwa total kepemilikan ETF Bitcoin spot AS telah jatuh di bawah 1,25 juta BTC.
Strategy, perusahaan pemegang Bitcoin korporat terbesar, juga mengurangi laju akumulasinya secara drastis. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor itu hanya membeli sekitar 3.600 BTC pada Juni, jauh menurun dari 25.000 BTC di Mei dan lebih dari 50.000 BTC di April. Bahkan, Strategy sempat mencatat penjualan bersih 32 BTC pada awal Juni โ penjualan pertama dalam sejarah perusahaan.
Likuiditas Tipis, Volatilitas Tetap Tinggi
Depth order-book Bitcoin โ yang mengukur nilai order beli dan jual di sekitar harga pasar โ juga menyusut tajam. Pada akhir Juni, depth 2% Bitcoin hanya berkisar $35-40 juta, turun dari sekitar $70 juta pada awal Mei. Volume perdagangan spot juga menurun 28% quarter-over-quarter menjadi $2,32 triliun. Kondisi ini berarti pasar lebih rentan terhadap ayunan harga tajam karena lebih sedikit likuiditas yang tersedia untuk menyerap order besar.
Meskipun demikian, Talos menekankan bahwa reset leverage ini memiliki sisi positif: pasar kini lebih stabil secara struktural dan tidak terlalu rentan terhadap reaksi berantai likuidasi paksa. Namun dengan likuiditas yang tipis, volatilitas harga kemungkinan akan tetap tinggi di kuartal ketiga. Para investor dan trader disarankan untuk lebih berhati-hati dalam mengambil posisi di tengah kondisi pasar yang masih rapuh ini.



