Mayoritas Opsi Bitcoin di Luar Uang
Pasar opsi Bitcoin (BTC) tengah berada dalam posisi kritis menjelang expiry kuartalan 26 Juni 2026. Data dari Deribit menunjukkan bahwa dari total $10,6 miliar open interest opsi BTC yang akan jatuh tempo pada tanggal tersebut, sekitar $8,6 miliar atau 80% berada dalam posisi out-of-the-money (OTM). Artinya, mayoritas besar kontrak opsi saat ini tidak menghasilkan keuntungan dan berpotensi hangus tak bernilai jika harga Bitcoin tidak bergerak signifikan dalam sembilan hari ke depan.
Kondisi ini dipicu oleh koreksi tajam Bitcoin sepanjang Juni yang mencapai 11%. Harga BTC yang sempat bertahan di kisaran $72.000-$74.000 pada akhir Mei kini merosot ke level $64.700-an. Penurunan ini telah menghancurkan posisi bullish yang sebelumnya mendominasi pasar, membuat sebagian besar call option — kontrak yang bertaruh pada kenaikan harga — berada jauh dari titik impas.
Ketidakseimbangan posisi ini menciptakan situasi yang berpotensi memicu volatilitas ekstrem. Dalam mekanisme pasar opsi, semakin dekat tanggal expiry, semakin besar tekanan bagi para market maker dan trader untuk menyesuaikan posisi mereka. Ketika 80% kontrak berada di luar uang, reshuffling besar-besaran hampir tak terelakkan, dan efeknya bisa berlipat ganda menjelang hari-H.
Max Pain di $74.000 Picu Potensi Reli
Salah satu metrik yang paling diperhatikan adalah max pain point untuk expiry Juni, yang saat ini berada di level $74.000 — sekitar 14% di atas harga spot Bitcoin saat ini. Max pain adalah tingkat harga di mana jumlah kontrak opsi terbesar akan berakhir tanpa nilai. Teori max pain menyatakan bahwa menjelang expiry, aset acuan cenderung bergerak mendekati level tersebut karena market maker dan trader besar menyesuaikan posisi hedging mereka.
Jika teori ini berlaku, Bitcoin berpotensi mengalami reli signifikan menuju $74.000 dalam beberapa hari mendatang. Namun, reliabilitas teori max pain di pasar kripto masih sering diperdebatkan mengingat volatilitas tinggi dan partisipasi ritel yang besar.
Level Kunci: Support $60.000 dan Resistance $80.000
Rasio put-to-call saat ini berada di 0,87, mencerminkan 87.156 kontrak call berbanding 76.241 kontrak put. Meskipun call masih sedikit mendominasi, keseimbangan yang relatif tipis ini menunjukkan ketidakpastian yang tinggi di kalangan trader. Dua level kunci menjadi fokus utama: strike $60.000 untuk put yang menampung sekitar $450 juta open interest sebagai support krusial, dan strike $80.000 untuk call dengan $406 juta sebagai rintangan utama di sisi atas.
Bitcoin sempat menguji support $60.000 pada awal Juni sebelum memantul ke level saat ini. Kemampuan BTC untuk bertahan di atas level tersebut akan menjadi ujian penting dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, breakout di atas $80.000 masih menjadi target ambisius yang membutuhkan katalis makro signifikan.
Konteks Makro: FOMC dan Damai AS-Iran
Situasi ini juga berlangsung dalam konteks makro yang menarik. Federal Reserve di bawah kepemimpinan baru Kevin Warsh akan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari ini, dengan pasar memproyeksikan tidak ada perubahan. Namun, konferensi pers Warsh akan menjadi fokus utama karena ini adalah pembacaan pertama terhadap pandangan sang ketua baru mengenai inflasi dan arah kebijakan moneter ke depan.
Di sisi lain, harga minyak yang merosot ke level terendah tiga bulan di bawah $79 per barel akibat kesepakatan damai AS-Iran justru meredakan tekanan inflasi dan menciptakan latar belakang makro yang lebih bersahabat untuk aset berisiko. Ironisnya, Bitcoin belum mendapatkan manfaat dari perbaikan kondisi ini karena capital justru mengalir ke altcoin seperti Uniswap dan Hyperliquid.
Expiry 26 Juni akan menjadi momen penting bagi pasar kripto. Dengan $8,6 miliar dalam posisi terancam, sembilan hari ke depan bisa menjadi periode volatilitas tinggi yang menentukan arah Bitcoin untuk paruh kedua 2026.



