Pasar keuangan global sedang berada dalam tekanan hebat. Indeks Nasdaq 100 tercatat anjlok hingga 7,5% dalam tujuh hari perdagangan terakhir hingga 10 Juni, menghapus sekitar $2,7 triliun nilai pasar. Kejatuhan ini dua kali lipat lebih besar dari total kapitalisasi pasar Bitcoin, dan kini para analis mulai mempertanyakan apakah level support $60.000 untuk BTC mampu bertahan.
ETF Bitcoin Alami Outflow Besar-besaran
Bitcoin sendiri saat ini diperdagangkan di kisaran $63.000, namun tekanan dari berbagai sisi membuat prospek jangka pendek aset digital nomor satu ini semakin suram. Data terbaru menunjukkan bahwa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatatkan outflow sebesar $1,9 miliar sepanjang bulan Juni, menjadi sinyal kuat bahwa permintaan institusional sedang melemah secara signifikan.
Inflasi AS Cetak Rekor 3 Tahun
Situasi ini diperparah oleh data inflasi Amerika Serikat yang kembali memburuk. Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (11/6) melaporkan bahwa Producer Price Index (PPI) melonjak 6,5% dibandingkan tahun sebelumnya โ level tertinggi sejak Oktober 2022. Para pedagang kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada September mencapai 40%, naik drastis dari hanya 5% sebulan sebelumnya, menurut data CME FedWatch Tool.
Ketegangan Geopolitik dan Harga Minyak
Tekanan geopolitik juga menambah beban pasar. Perang di Iran telah mendorong harga minyak mentah Brent menembus level $90 per barel, memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan kebijakan moneter yang lebih ketat dalam jangka waktu lebih panjang. Meskipun Presiden AS Donald Trump kemudian membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan membuka kembali negosiasi Selat Hormuz, sentimen pasar tetap rapuh.
Tech Giants dan Strategy Ikut Tekan Pasar
Kabar buruk lainnya datang dari perusahaan teknologi raksasa. Google mengumumkan rencana penggalangan dana sebesar $80 miliar, sementara Oracle dan Super Micro Computer masing-masing mengincar $40 miliar dan $7 miliar untuk membiayai ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mereka. Hal ini menambah tekanan likuiditas di pasar.
Di tengah hiruk-pikuk ini, Strategy (sebelumnya MicroStrategy) โ perusahaan pemegang Bitcoin terbesar di dunia โ memutuskan untuk menghentikan sementara akumulasi Bitcoin mereka guna mengurangi utang konversi. Langkah ini membuat posisi kas Strategy hanya cukup untuk menutupi dividen selama tujuh bulan ke depan.
Apakah Bitcoin Siap Jadi Safe Haven?
IPO SpaceX yang dinanti-nantikan dengan valuasi $1,77 triliun โ terbesar dalam sejarah โ memang memberikan sedikit optimisme. Namun, dengan premium futures Bitcoin yang diperdagangkan di bawah level netral 4% terhadap pasar spot reguler, permintaan leverage bullish tetap lemah.
Pasar kini menanti dengan cemas apakah level $60.000 akan menjadi benteng terakhir Bitcoin, atau justru menjadi pintu masuk menuju koreksi yang lebih dalam. Satu hal yang pasti: dalam kondisi saat ini, Bitcoin belum membuktikan diri sebagai aset lindung nilai yang andal di tengah gejolak pasar saham dan ketidakpastian makroekonomi global.



