Loopring, protokol zero-knowledge rollup pertama di Ethereum, mengumumkan penutupan decentralized exchange (DEX) dan automated market maker (AMM) mereka mulai Minggu, 29 Juni 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya salah satu proyek pionir yang pernah mengumpulkan $45 juta melalui initial coin offering (ICO) pada tahun 2017.
Pengakuan Jujur dari Tim Loopring
Dalam pernyataan resmi di platform X, tim Loopring mengakui kegagalan mereka meraih adopsi yang berarti. "Sejujurnya, Loopring tidak pernah mendapatkan adopsi yang signifikan," tulis tim. "Sebagai zk-rollup pertama, kami tidak memiliki virtual machine — tidak ada composability, tidak ada use case pembayaran dunia nyata. Keterbatasan itu mencegah ekosistem kami berkembang."
Tim juga mengakui bahwa mereka adalah "insinyur sejati," bukan operator bisnis. Mereka unggul dalam menulis kode tetapi tidak pernah mengembangkan "gairah atau keterampilan untuk pengembangan bisnis." Faktor eksternal seperti delisting LRC dari exchange-exchange besar pada tahun 2026 juga mempercepat keputusan ini.
TVL Anjlok 99% dari Puncak
Data dari L2Beat menunjukkan total value locked (TVL) Loopring saat ini hanya sekitar $8 juta, turun hampir 99% dari puncaknya $760 juta pada November 2021. Token asli LRC juga mengalami nasib serupa, anjlok ke level $0,01 dari all-time high $3,75 pada bulan yang sama.
Loopring sebelumnya sudah menutup layanan wallet mereka pada Juli 2025 dengan alasan tantangan skalabilitas. Penutupan DEX kali ini semakin menegaskan betapa kompetitifnya lanskap layer-2 Ethereum, di mana pemain seperti zkSync, Scroll, dan StarkNet kini mendominasi dengan teknologi zkEVM yang lebih canggih dan kompatibel penuh dengan smart contract Ethereum.
Kemitraan GameStop Tidak Cukup
Salah satu tonggak terbesar Loopring adalah kemitraan dengan GameStop pada tahun 2021 untuk mendukung platform NFT perusahaan game tersebut. Namun itu tidak cukup untuk mempertahankan relevansi jangka panjang di tengah perubahan cepat industri blockchain.
Tim Loopring menyatakan akan menghitung dan mempublikasikan semua saldo akhir pengguna, kemudian mendistribusikan dana langsung ke wallet Ethereum pengguna secara bertahap dan menanggung biaya gas. "Lebih baik mengakhirinya dengan anggun daripada menjalankan layanan kosong," kata tim.
Bear Market 2026 Makin Dalam
Penutupan Loopring menambah daftar panjang proyek kripto yang gulung tikar di tahun 2026. Menurut data RootData, lebih dari 60 proyek dan protokol kripto telah menghentikan layanan mereka tahun ini, termasuk solusi self-custody berbasis desentralisasi Entropy yang didukung a16z, protokol infrastruktur app-chain Syndicate, dan platform blockchain AI Yupp.
Fenomena ini mencerminkan kedalaman bear market yang sedang berlangsung, di mana narasi siklus sebelumnya tidak lagi berlaku dan hanya proyek dengan fundamental kuat serta adopsi nyata yang mampu bertahan.



