Keamanan

BREAKING: Kraken Gugat PowerTrade, Dana $6 Juta Digelapkan

BREAKING: Kraken Gugat PowerTrade, Dana $6 Juta Digelapkan

Key Takeaways

Kraken mengajukan gugatan terhadap PowerTrade, platform derivatif kripto berleverage tinggi, atas dugaan penggelapan dana lebih dari $6 juta melalui serangkaian transaksi tidak sah.

Kraken Ambil Langkah Hukum

Payward, perusahaan induk bursa kripto Kraken, resmi mengambil langkah hukum terhadap PowerTrade, platform derivatif berleverage tinggi yang berbasis di Uni Emirat Arab. Gugatan ini diajukan setelah PowerTrade diduga menggelapkan aset digital Kraken senilai lebih dari $6 juta beserta keuntungan yang belum direalisasikan.

Menurut dokumen pengadilan yang diajukan ke pengadilan federal Amerika Serikat pada Kamis (25/6), Payward mengajukan permohonan penemuan bukti (discovery) terhadap berbagai institusi keuangan berbasis AS terkait PowerTrade dan para pendirinya. Langkah ini diambil untuk mendukung proses hukum terhadap platform derivatif tersebut.

Juru bicara Kraken dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa PowerTrade dan para pendirinya telah menyalahgunakan lebih dari $6 juta aset digital milik Payward. "Kraken berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas demi melindungi industri kripto," tegas pernyataan tersebut.

Modus Operandi: Koreksi Fiktif

Modus operandi yang digunakan PowerTrade terbilang canggih dan sistematis. Gugatan mengungkap bahwa PowerTrade secara sepihak melakukan serangkaian transaksi tidak sah yang mengubah saldo akun Kraken dari posisi positif senilai lebih dari $6 juta menjadi defisit hampir $2 juta.

Transaksi tidak sah tersebut dilakukan melalui kurang lebih 100 "koreksi" yang diterapkan secara retroaktif terhadap perdagangan yang sebenarnya telah berakhir atau diselesaikan berbulan-bulan sebelumnya. Payward menduga PowerTrade sengaja menciptakan "utang" buatan ini sebagai dalih untuk menyita jaminan Bitcoin milik Kraken.

Kronologi Hubungan Bisnis

Hubungan bisnis antara Kraken dan PowerTrade dimulai pada tahun 2022, ketika Kraken mulai melakukan perdagangan derivatif kripto institusional di platform yang dioperasikan dari El Salvador tersebut. PowerTrade didirikan oleh Mario Gomez Lozada dan Bernd Sischka.

Situasi mulai memburuk pada Oktober 2025 ketika harga Bitcoin mengalami penurunan dan kondisi pasar memburuk. Kraken mulai mengkhawatirkan likuiditas dan kelayakan kredit PowerTrade, kemudian berupaya menarik dananya namun tidak berhasil.

Alih-alih mengembalikan dana tersebut, PowerTrade justru melakukan serangkaian transaksi tidak sah yang menghapus saldo positif Kraken dan menciptakan defisit buatan. Tindakan ini memicu kekhawatiran serius dari Payward bahwa PowerTrade akan menggunakan "utang" yang dibuat secara artifisial tersebut untuk mengambil alih jaminan Bitcoin milik bursa kripto terkemuka itu.

Dampak dan Implikasi Industri

Hingga berita ini diturunkan, PowerTrade belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari media. Kasus ini menjadi salah satu sengketa hukum terbaru di industri kripto yang melibatkan platform derivatif dan bursa besar.

Gugatan ini juga menyoroti pentingnya tata kelola dan transparansi dalam operasional platform perdagangan derivatif kripto, terutama yang melibatkan dana institusional dalam jumlah besar. Kasus ini diperkirakan akan menjadi preseden penting bagi perlindungan investor institusional di pasar kripto global.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar