Keamanan

BREAKING: Kraken Akuisisi 15% Saham Aave Senilai $71 Juta

BREAKING: Kraken Akuisisi 15% Saham Aave Senilai $71 Juta

Key Takeaways

Kraken dikabarkan akan mengakuisisi 15% saham protokol DeFi Aave senilai $71 juta pada valuasi $385M. AAVE melonjak 10,1% di tengah pasar kripto yang tertekan.

Detail Kesepakatan

Raksasa bursa kripto Kraken dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi 15% saham protokol DeFi Aave dalam kesepakatan senilai sekitar $71 juta atau setara Rp1,1 triliun. Transaksi ini menilai Aave Group pada valuasi $385 juta, menandai langkah ekspansif Payward Inc., perusahaan induk Kraken, ke sektor keuangan terdesentralisasi menjelang IPO yang dinanti-nantikan.

Menurut dokumen yang dilihat CoinDesk dan tiga sumber anonim yang mengetahui langsung negosiasi tersebut, Kraken akan menginvestasikan 35.000 Ether (ETH) dengan nilai sekitar $31 juta sebagai imbalan atas 250.000 token AAVE dan 15% kepemilikan saham biasa di Aave Group. Kraken juga disebut sedang mencari mitra untuk mensindikasikan sebagian dari investasi ini.

AAVE Melonjak 10,1% di Tengah Pasar Tertekan

Kabar ini langsung mengerek harga AAVE. Data CoinDesk Indices menunjukkan AAVE melonjak 10,1% dalam 24 jam terakhir, menjadikannya aset dengan performa terbaik di indeks CoinDesk 20 pada Kamis (25/6). Lonjakan ini terjadi di tengah pasar kripto yang secara umum sedang tertekan akibat data inflasi PCE AS yang mencapai 4,1%—tertinggi dalam tiga tahun—yang juga mengakibatkan Bitcoin jatuh ke level $58.000.

Langkah akuisisi ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian ekspansi Payward. Pada April 2026, perusahaan induk Kraken tersebut setuju mengakuisisi bursa derivatif kripto Bitnomial senilai hingga $550 juta, menambahkan lisensi penuh CFTC AS yang mencakup operasi pialang, kliring, dan bursa. Dua sumber menyebutkan bahwa investasi di Aave akan menjadi yang pertama dari serangkaian kesepakatan yang bertujuan membangun Payward Asset Management, dengan perusahaan mengambil peran lebih aktif di DeFi dan peluang investasi lainnya.

Aave: Protokol DeFi Terbesar di Dunia

Aave sendiri merupakan protokol peminjaman terdesentralisasi terbesar di dunia, memungkinkan pengguna meminjamkan dan meminjam aset kripto tanpa perantara. Depositor memperoleh imbal hasil dengan menyuplai token ke kolam likuiditas, sementara peminjam menggunakan kripto sebagai jaminan. Seluruh proses dikelola secara otomatis oleh smart contract.

Bayang-Bayang Eksploitasi KelpDAO

Menariknya, langkah Kraken ini datang hanya dua bulan setelah Aave menghadapi salah satu krisis terbesar DeFi. Pada April lalu, peretas yang terkait dengan Lazarus Group Korea Utara mengeksploitasi jembatan lintas rantai KelpDAO untuk mencetak sekitar $292 juta rsETH palsu. Para peretas menyetor token tersebut sebagai jaminan di Aave dan meminjam aset riil terhadapnya, meninggalkan protokol dengan utang tak tertagih sekitar $190 juta hingga $230 juta ketika jaminan menjadi tidak berharga.

Meskipun smart contract Aave sendiri tidak pernah dikompromikan, eksploitasi tersebut memicu penarikan lebih dari $8 miliar karena pengguna bergegas mengurangi eksposur mereka—menunjukkan risiko kontagion dari ekosistem DeFi yang saling terhubung. Valuasi $385 juta dalam kesepakatan ini mencerminkan harga yang terdiskon signifikan pasca-krisis, menjadikannya peluang akuisisi strategis bagi Kraken.

Juru bicara Kraken menolak berkomentar, sementara Aave belum menanggapi permintaan komentar hingga waktu publikasi. Jika kesepakatan ini terwujud, ini akan menjadi salah satu akuisisi DeFi terbesar oleh bursa tersentralisasi dan dapat mengubah lanskap keuangan terdesentralisasi secara fundamental.

Sumber: CoinDesk, CoinGecko, TradingView

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar