Regulasi

BREAKING: Jefferies Peringatkan Volatilitas Saat Clarity Act Masuki Ujian Senat

BREAKING: Jefferies Peringatkan Volatilitas Saat Clarity Act Masuki Ujian Senat

Key Takeaways

Jefferies memperingatkan volatilitas pasar kripto saat Clarity Act memasuki fase kritis Senat AS. Peluang lolos turun ke 48% dari 70%, hanya tersisa 20 hari legislatif sebelum reses Agustus.

Peluang Pengesahan Clarity Act Menurun Drastis

Bank investasi global Jefferies mengeluarkan peringatan keras bahwa pasar kripto akan menghadapi volatilitas signifikan dalam beberapa minggu ke depan seiring RUU Clarity Act memasuki fase kritis di Senat Amerika Serikat. Peluang pengesahan RUU ini kini hanya 48% menurut data Polymarket, turun tajam dari 70% pada pertengahan Mei lalu.

RUU Clarity Act dipandang sebagai undang-undang struktur pasar kripto paling penting dalam sejarah industri ini. Regulasi tersebut akan menetapkan aturan yang jelas tentang kapan aset digital diatur sebagai sekuritas oleh Securities and Exchange Commission (SEC) atau sebagai komoditas oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC), menggantikan ketidakpastian regulasi yang telah membayangi industri selama bertahun-tahun.

20 Hari Legislatif yang Menentukan

Jalan menuju pengesahan masih terjal. Para anggota parlemen hanya memiliki sekitar 20 hari legislatif sebelum reses Agustus untuk menggabungkan versi Senat yang bersaing, melewati pemungutan suara prosedural, menyelaraskan RUU dengan versi DPR, dan mengirimkannya ke meja Presiden Donald Trump. Jefferies menekankan bahwa kegagalan pengesahan sebelum reses bisa mendorong RUU ini ke tahun depan, atau bahkan lebih lama jika Partai Demokrat berhasil membalikkan Senat dalam pemilu November.

Dampak pada Saham dan Token Kripto

Analis Jefferies yang dipimpin Andrew Moss menyatakan dalam laporan hari Selasa bahwa proses legislatif ini akan mendorong volatilitas pada saham-saham terkait kripto termasuk Circle (CRCL), Coinbase (COIN), Bullish (BLSH), serta sejumlah token kripto tertentu. Ketidakpastian yang berkepanjangan dapat menyebabkan institusi keuangan yang teregulasi memperlambat inisiatif blockchain mereka sambil menilai kembali risiko hukum dan kepatuhan.

Jika berhasil disahkan, Clarity Act akan memberikan kerangka regulasi kokoh yang dibutuhkan bank, manajer aset, dan bursa untuk memperluas layanan tokenisasi, kustodi, staking, peminjaman, dan layanan berbasis blockchain lainnya. Jefferies juga memperkirakan RUU ini akan mempercepat tokenisasi sekuritas, memperluas penawaran ETF kripto melampaui Bitcoin dan Ethereum, serta menghidupkan kembali pipeline IPO infrastruktur kripto.

Implikasi Khusus bagi Circle dan USDC

Khusus untuk Circle, Jefferies melihat implikasi beragam. RUU saat ini dikabarkan akan menutup celah yang memungkinkan pihak ketiga seperti Coinbase menawarkan imbal hasil pada kepemilikan USDC, yang berpotensi memperlambat pertumbuhan USDC. Namun di sisi lain, penundaan RUU akan memberi Circle lebih banyak waktu untuk memperluas jaringan pembayaran dan mendiversifikasi pendapatan di luar pendapatan cadangan stablecoin.

JPMorgan juga sebelumnya memperingatkan bahwa RUU struktur pasar kripto mungkin hanya memiliki jendela terbatas untuk pengesahan tahun ini karena kalender kongres yang semakin ketat menjelang pemilu paruh waktu. Dengan volatilitas yang diperkirakan meningkat dan nasib regulasi kripto AS yang belum pasti, para pelaku pasar diimbau untuk mencermati setiap perkembangan dari Capitol Hill dalam beberapa minggu ke depan.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar