Inflasi AS Cetak Rekor 3 Tahun
Tekanan semakin besar menghadang pasar kripto setelah data inflasi Amerika Serikat untuk bulan Mei 2026 menunjukkan angka tahunan mencapai 4,2 persen, tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang dirilis Rabu (10/6) ini juga menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 0,5 persen secara bulanan, sesuai dengan ekspektasi pasar namun tetap menjadi sentimen negatif bagi aset berisiko seperti Bitcoin.
Bitcoin dalam Tekanan
Bitcoin telah mengalami penurunan sekitar 36 persen sejak Januari 2026, dan data inflasi terbaru ini semakin mempersempit harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Para analis memperingatkan bahwa the Fed kemungkinan akan mempertahankan sikap hawkish dan tidak terburu-buru memangkas suku bunga.
Iggy Ioppe, Chief Investment Officer dari perusahaan perdagangan institusional Theo, mengatakan bahwa data CPI yang sesuai ekspektasi "membuat Fed tetap berhati-hati, bergantung pada data, dan tidak terburu-buru memangkas suku bunga." Ia menambahkan bahwa untuk Bitcoin, data yang sesuai ekspektasi ini tidak menjadi katalis yang jelas ke arah manapun. "Ini membatasi ekspektasi likuiditas dan membuat aset berisiko diperdagangkan lebih berdasarkan positioning daripada dorongan dovish baru."
Analis Prediksi Tekanan Lanjutan
Markus Thielen dari 10x Research mengatakan bahwa lingkungan makro saat ini cukup untuk meyakinkan investor institusional mengalokasikan dana secara berarti ke Bitcoin. "Investor institusional kemungkinan ingin melihat bukti lebih lanjut bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan ke level lebih rendah sebelum meningkatkan eksposur," katanya.
Thielen juga memperingatkan bahwa Bitcoin "tetap rentan" dan memprediksi bahwa penurunan di bawah level $60.000 menjadi semakin mungkin terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Emas Ikut Tertekan
Tidak hanya Bitcoin yang berada dalam tekanan. Emas juga menghadapi tekanan serupa karena imbal hasil riil tetap menjadi variabel kunci. Tanpa pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil tetap tinggi.
Analis senior HashKey Group Tim Sun mengatakan probabilitas the Fed menaikkan suku bunga tahun ini "relatif rendah," namun hanya ketika inflasi turun, pemangkasan suku bunga menjadi memungkinkan, dan likuiditas membaik seiring biaya modal yang lebih rendah, maka selera risiko akan benar-benar pulih.
Prospek Suku Bunga dan Risiko Geopolitik
Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas tidak ada perubahan suku bunga pada pertemuan the Fed berikutnya pada 17 Juni mencapai 98,4 persen. Artinya, pasar hampir sepenuhnya tidak mengharapkan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, yang terus menjadi tekanan bagi pasar kripto secara keseluruhan.
Selain tekanan inflasi, eskalasi konflik yang melibatkan Iran juga menambah ketidakpastian, khususnya risiko gangguan pasokan minyak yang dapat memperburuk tekanan inflasi lebih lanjut selama musim panas.



