Komisioner Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat, Hester Peirce, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari lembaga pengawas pasar modal tersebut pada Jumat (25/9/2026). Tokoh yang dijuluki "Crypto Mom" oleh komunitas aset digital dunia ini menetapkan hari kerja terakhirnya pada 2 Oktober 2026 mendatang. Kepergian Peirce menandai akhir era panjang perjuangan advokasi regulasi aset kripto yang ramah inovasi di Washington, sekaligus menyisakan dinamika baru di pucuk pimpinan regulator sekuritas tertinggi Negeri Paman Sam tersebut.
Rekam Jejak 'Crypto Mom' dan Warisan Regulasi Aset Digital
Selama bertahun-tahun menjabat, Hester Peirce dikenal luas sebagai pembela industri kripto paling konsisten di tubuh SEC, terutama ketika lembaga itu dipimpin oleh Jay Clayton dan Gary Gensler yang menjalankan pendekatan penegakan hukum agresif. Dalam surat pengunduran diri yang diunggahnya melalui platform media sosial X, Peirce menegaskan prinsip kebebasan individu dalam memilih instrumen keuangan dalam batas kerangka regulasi yang masuk akal. Usai bertahun-tahun berada di pihak minoritas, Peirce akhirnya berhasil mengarahkan pembentukan kerangka aturan formal saat ditunjuk memimpin Gugus Tugas Kripto (Crypto Task Force) SEC.
Di bawah kepemimpinannya, SEC meluncurkan serangkaian panduan kebijakan fundamental mengenai klasifikasi aset kripto, mekanisme proof-of-stake, serta penambangan digital. Salah satu pencapaian regulasi terbesarnya adalah proposal formal Regulation Crypto Assets serta skema inovasi tokenisasi sekuritas berjangka lima tahun. Inisiatif tersebut membuka pintu legalitas bagi penerbitan dan perdagangan sekuritas tertokenisasi di pasar modal konvensional. Setelah menuntaskan masa baktinya di SEC, Peirce dijadwalkan melanjutkan karier akademis sebagai associate professor di Regent University School of Law.
Dampak Pengunduran Diri terhadap Struktur Kepemimpinan SEC
Keputusan hengkangnya Hester Peirce menyebabkan Komisi SEC kini hanya menyisakan dua anggota aktif dari total lima kursi resmi, yaitu Ketua SEC Paul Atkins dan Komisioner Mark Uyeda. Berdasarkan aturan internal komisi sekuritas AS, dua anggota komisioner yang tersisa tetap memenuhi syarat kuorum minimum untuk mengambil keputusan dan mengesahkan kebijakan strategis. Namun, susunan dua komisioner ini mencerminkan dinamika politik yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengingat Gedung Putih sejauh ini belum mengajukan calon dari Partai Demokrat untuk mengisi kekosongan kursi komisioner di SEC maupun CFTC.
Langkah pengunduran diri Peirce juga bertepatan dengan penerbitan dokumen pedoman tanya jawab (FAQ) terbaru oleh staf SEC pada hari yang sama. Panduan teknis tersebut merinci batasan penting terkait token buyback, peningkatan perangkat lunak (software upgrade), serta parameter pemasaran proyek Web3 agar tidak otomatis terkategori sebagai kontrak investasi sekuritas di bawah uji Howey. Komunitas kripto global kini menanti apakah kekosongan kursi Peirce akan segera diisi figur baru atau komisi akan berjalan terbatas di bawah duet Atkins dan Uyeda dalam mengeksekusi deregulasi aset digital.
Sumber: CoinDesk



