Pernyataan Bersejarah di KTT G7 Evian
Para pemimpin negara-negara G7 menyerukan aksi bersama untuk memerangi pencurian kripto dan kejahatan siber yang dilakukan oleh Korea Utara. Seruan ini disampaikan dalam pernyataan bersama pada KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, yang berlangsung pada 17 Juni 2026.
"Kami menegaskan kembali perlunya secara bersama-sama menangani pencurian mata uang kripto dan kejahatan siber Korea Utara," demikian bunyi pernyataan resmi para pemimpin G7, memperluas cakupan peringatan mereka yang sebelumnya lebih sempit menjadi mencakup kejahatan siber yang lebih luas.
Kerugian Global Tembus $6,75 Miliar
Peneliti keamanan PBB telah mengaitkan kelompok peretas yang berafiliasi dengan Korea Utara—termasuk Lazarus Group yang terkenal—dengan pencurian aset digital senilai miliaran dolar. Dana hasil curian tersebut diduga digunakan untuk mendanai program persenjataan Pyongyang, menjadikan aksi peretasan ini bukan sekadar kriminalitas finansial biasa melainkan ancaman terhadap keamanan internasional.
Berdasarkan estimasi terbaru, akumulasi kerugian kripto global yang terkait dengan aktor Korea Utara telah melampaui $6,75 miliar. Angka fantastis ini mendorong negara-negara ekonomi maju untuk meningkatkan koordinasi dalam pelacakan dan pembekuan aset curian, serta memperkuat kerangka hukum internasional untuk mengadili pelaku.
Jepang Pimpin Dorongan Aksi Kolektif
Jepang, sebagai salah satu anggota G7 yang paling vokal dalam isu ini, telah mendorong negara-negara mitra untuk meluncurkan respons terkoordinasi terhadap keterlibatan Korea Utara dalam pencurian kripto. Perdana Menteri Jepang menekankan bahwa langkah kolektif diperlukan untuk memutus rantai pendanaan program senjata Pyongyang melalui aset digital curian.
Langkah Selanjutnya
Seruan G7 ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap keamanan siber di sektor kripto. Sejumlah perusahaan keamanan blockchain seperti Chainalysis dan TRM Labs sebelumnya telah merilis laporan yang mengonfirmasi bahwa kelompok peretas Korea Utara telah menjadi ancaman paling signifikan dalam lanskap kejahatan kripto global. Pernyataan G7 ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi pembentukan standar internasional yang lebih ketat untuk keamanan aset digital dan pertukaran intelijen antarnegara dalam melacak aliran dana ilegal di blockchain. Langkah konkret berikutnya diperkirakan akan dibahas pada pertemuan tingkat menteri keuangan G7 dalam beberapa bulan mendatang.



