Home/BREAKING: ETF Bitcoin Outflow 13 Hari Beruntun, $4,4 Miliar Keluar
Crypto

BREAKING: ETF Bitcoin Outflow 13 Hari Beruntun, $4,4 Miliar Keluar

BREAKING: ETF Bitcoin Outflow 13 Hari Beruntun, $4,4 Miliar Keluar

Key Takeaways

ETF Bitcoin spot AS mencatat rekor outflow 13 hari berturut-turut dengan total $4,4 miliar. BlackRock IBIT menyumbang 75% arus keluar. Bitcoin anjlok 21% ke $61.300 dan total likuidasi pasar mencapai $3 miliar dalam dua hari.

Pasar kripto kembali diguncang tekanan jual masif pada Kamis (4/6) setelah dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat rekor outflow selama 13 hari perdagangan berturut-turut, dengan total dana keluar mencapai sekitar $4,4 miliar dolar AS.

Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa pada hari Rabu (3/6) saja, ETF Bitcoin spot AS mencatat net outflow sebesar $396,6 juta, memperpanjang rekor arus keluar terpanjang sepanjang sejarah ETF Bitcoin. Rekor sebelumnya terjadi pada Februari 2025 dengan delapan hari perdagangan berturut-turut dan total outflow sekitar $3,2 miliar.

Sejak arus keluar dimulai pada 15 Mei 2026, harga Bitcoin telah anjlok sekitar 21 persen dari level $80.000 ke sekitar $63.400 pada saat publikasi, menurut data CoinGecko. Bahkan pada sesi perdagangan Kamis dini hari, Bitcoin sempat menyentuh level terendah di $61.300 sebelum memantul tipis.

BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) menjadi kontributor terbesar dalam gelombang outflow ini, mencatat arus keluar sekitar $3,3 miliar atau sekitar 75 persen dari total penarikan dana. Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) berada di posisi kedua dengan outflow sekitar $456,6 juta, disusul Grayscale Bitcoin Trust ETF (GBTC) dengan sekitar $303,6 juta.

Dalam 30 hari terakhir, ETF Bitcoin spot AS telah kehilangan 51.726 BTC atau hampir $5 miliar dalam bentuk outflow. Per Selasa (2/6), IBIT masih memegang sekitar 786.800 BTC, diikuti FBTC dengan 181.770 BTC, dan GBTC dengan 146.400 BTC.

Michael Saylor, Executive Chairman Strategy (sebelumnya MicroStrategy), memberikan pandangannya melalui unggahan di platform X. Pasar modal sedang mendanai pembangunan AI dalam skala historis: sekitar $400 miliar dalam enam bulan, tulis Saylor. ETF Bitcoin telah melihat sekitar $4 miliar outflow sejak 14 Mei, menekan BTC. Ini adalah rotasi modal, bukan impairment Bitcoin. Volatilitas menciptakan peluang.

Komentar Saylor muncul di tengah kekhawatiran bahwa investor institusional mulai meninggalkan aset kripto demi mengejar narasi kecerdasan buatan (AI) di pasar tradisional. Namun, beberapa analis tetap optimis. Geoffrey Kendrick, Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered, menyatakan bahwa kepemilikan ETF Bitcoin secara umum tetap stabil sejak Februari, menunjukkan ketahanan struktural yang lebih baik dari perkiraan.

Julio Moreno, Kepala Riset CryptoQuant, mengungkapkan bahwa permintaan Bitcoin secara keseluruhan telah turun sekitar 501.000 BTC dalam sebulan terakhir, penurunan bulanan tercepat sejak Mei 2022 pasca kolaps Terra/Luna. Sementara itu, pendiri CryptoQuant Ki Young Ju berpendapat bahwa penjualan oleh pemegang awal dan penambang mencerminkan transfer pasokan ke institusi AS, termasuk ETF dan investor tradisional, yang dapat memperkuat permintaan jangka panjang.

Total likuidasi pasar kripto dalam dua hari terakhir mencapai sekitar $3 miliar, dengan $1,7 miliar di antaranya terjadi dalam 24 jam terakhir. Posisi long Bitcoin menyumbang lebih dari $737 juta dari total likuidasi tersebut, menunjukkan betapa agresifnya posisi bullish trader sebelum aksi jual terjadi.

Open interest Bitcoin telah turun dari rekor di atas 800.000 BTC ke sekitar 766.000 BTC, menandakan bahwa posisi leveraged telah tergusur secara signifikan. Pasar derivatif kini menunjukkan sentimen bearish yang jelas, dengan put option pada strike $60.000 di Deribit mencatat open interest nosional lebih dari $1 miliar. Sementara itu, put option $55.000 menjadi kontrak paling aktif diperdagangkan dalam 24 jam terakhir.

Pasar altcoin juga terkena dampak signifikan. NEAR Protocol anjlok 16 persen, HYPE turun 12 persen setelah mencapai rekor tertinggi awal pekan ini, sementara Solana (SOL) menembus di bawah level support Februari dengan open interest justru mencapai rekor, mengindikasikan akumulasi posisi short yang agresif.

Trader ternama Arthur Hayes mengumumkan telah menjual seluruh posisi HYPE dan NEAR miliknya, dengan alasan kenaikan harga energi, IPO AI yang akan datang sebagai penarik modal, dan potensi sikap anti-AI dari Trump menjelang pemilu paruh waktu. Namun Hayes tetap mempertahankan posisi long di Worldcoin (WLD) dengan alasan IPO SpaceX akan menjadi katalis besar.

Dengan Bitcoin kini bertahan di atas level psikologis $60.000, para analis terbelah antara skenario rebound teknikal menuju $70.000 dan risiko penurunan lebih lanjut ke area $50.000-$52.000 jika support $60.000 gagal bertahan. Pasar kini menanti laporan ketenagakerjaan AS bulan Mei yang akan dirilis Jumat besok, yang dapat memengaruhi arah suku bunga dan sentimen risiko secara keseluruhan.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar