Bitcoin

BREAKING: ETF Bitcoin Cetak Rekor Outflow $6,4 Miliar dalam 30 Hari

BREAKING: ETF Bitcoin Cetak Rekor Outflow $6,4 Miliar dalam 30 Hari

Key Takeaways

ETF Bitcoin spot AS mencatat rekor outflow bersih terbesar sepanjang sejarah sebesar $6,35 miliar dalam 30 hari perdagangan. Bitcoin anjlok 17,4% dalam sebulan ke level $64.167.

Rekor Outflow ETF Bitcoin: $6,35 Miliar Kabur dalam 30 Hari

Pasar kripto kembali dihantam badai bearish. ETF Bitcoin spot yang terdaftar di Amerika Serikat mencatat rekor outflow bersih terbesar sejak peluncurannya pada Januari 2024, dengan total dana keluar mencapai $6,35 miliar dalam 30 hari perdagangan terakhir.

Data dari Galaxy Research yang dirilis Minggu (21/6) menunjukkan angka outflow mingguan juga mencatat rekor keenam berturut-turut. Akumulasi aliran bersih kumulatif ETF Bitcoin kini tersisa $53,4 miliar, merosot tajam dari puncaknya di $63 miliar pada Oktober 2025.

Galaxy Research memperingatkan bahwa "outflow harian masih terus memburuk dari hari ke hari." Ini menjadi sinyal paling jelas bahwa minat institusional terhadap Bitcoin sedang berada di titik nadir.

Bitcoin Anjlok 17,4% — Tertekan Inflasi dan Tensi Geopolitik

Bitcoin sendiri saat ini diperdagangkan di level $64.167, turun 17,4% dalam sebulan terakhir. Aset kripto terbesar dunia ini terus tertekan oleh berbagai faktor makroekonomi, termasuk lonjakan inflasi Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik akibat konflik antara AS dan Iran.

Menariknya, Jay Jacobs selaku Kepala ETF Ekuitas BlackRock AS menegaskan bahwa volatilitas ini tidak mengubah pandangan fundamental BlackRock terhadap Bitcoin. Dalam pernyataannya Kamis lalu, Jacobs mengatakan bahwa "setiap kelas aset memiliki volatilitas" dan BlackRock tetap melihat Bitcoin sebagai alternatif moneter global yang terdesentralisasi dan non-kedaulatan.

"Yang terkadang disalahpahami pasar adalah jika kami melihat outflow harian, bisa ada sejuta alasan di baliknya. Bisa jadi seseorang menjual IBIT dan membeli BITA," jelas Jacobs, merujuk pada iShares Bitcoin Premium Income ETF (BITA) yang baru diluncurkan Rabu lalu.

Penambang Bitcoin Terjepit — Jual 32.000 BTC untuk Bertahan

Namun demikian, tekanan jual terus berlanjut. Data on-chain menunjukkan sekitar 20% penambang Bitcoin kini beroperasi dalam kondisi tidak menguntungkan. Perusahaan tambang publik bahkan menjual lebih dari 32.000 Bitcoin pada kuartal pertama tahun ini untuk menutupi biaya operasional — jumlah yang lebih besar dari total penjualan mereka sepanjang 2025.

Analis pasar kripto memperkirakan tekanan masih akan berlanjut. Para trader Bitcoin dilaporkan meningkatkan posisi opsi bearish hingga ke target $52.000, menunjukkan ekspektasi penurunan lebih dalam sebelum potensi pemulihan.

Altseason Ditunda? Sentimen Bearish Belum Mereda

Eksodus dana institusional ini juga memicu kekhawatiran lebih luas tentang apakah siklus kripto kali ini akan benar-benar mengalami "altseason" atau justru terus dikuasai oleh dominasi Bitcoin yang menyerap modal dari altcoin.

Dengan sentimen bearish yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, perhatian investor kini tertuju pada data inflasi AS berikutnya dan perkembangan konflik Iran yang dapat memperburuk tekanan jual di pasar kripto global.

Pantau terus cryptonesia.id untuk update terkini seputar pergerakan pasar kripto.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar