Otoritas Pasar dan Sekuritas Eropa (ESMA) mengeluarkan peringatan tegas yang mengguncang industri prediction market. Dalam pernyataan publik resmi pada hari Jumat (3/7), regulator Uni Eropa itu menegaskan bahwa banyak kontrak event prediction market sudah termasuk dalam larangan binary options yang berlaku untuk investor ritel di seluruh Uni Eropa.
Peringatan Resmi ESMA
ESMA menekankan bahwa perusahaan tidak bisa menghindari regulasi keuangan hanya dengan memasarkan produk mereka sebagai "event contracts" ketimbang binary options. Penilaian, menurut ESMA, bergantung pada karakteristik kontrak — bukan pada istilah pemasaran yang digunakan.
"Kontrak event dengan hasil biner (binary outcome) dan pembayaran tetap kemungkinan besar memenuhi syarat sebagai instrumen keuangan yang tunduk pada pembatasan tersebut," tulis ESMA dalam pernyataannya.
Regulator juga menegaskan bahwa penawaran event contracts kepada klien profesional atau institusional tetap memerlukan otorisasi di bawah Markets in Financial Instruments Directive (MiFID II), terlepas dari apakah investor ritel dikecualikan atau tidak.
Bukan Aturan Baru
Pernyataan ini tidak memperkenalkan aturan baru, melainkan mengingatkan pelaku industri bahwa produk-produk binary options yang memenuhi kriteria tersebut telah dilarang dipasarkan, didistribusikan, atau dijual kepada investor ritel berdasarkan langkah intervensi produk nasional yang mengimplementasikan pembatasan ESMA sejak tahun 2018.
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya popularitas platform prediction market seperti Polymarket dan Kalshi. ESMA mengaku mengamati peningkatan penawaran event contracts dan pertumbuhan pesat prediction market secara global.
Pertarungan Regulasi di Amerika Serikat
Di Amerika Serikat, pertarungan regulasi prediction market juga tengah memanas. Sebelas negara bagian AS telah mengambil tindakan hukum atau regulasi terhadap platform prediction market. Nevada menjadi negara bagian pertama yang memblokir operasi Kalshi, sementara Arizona mengajukan tuntutan pidana dengan tuduhan perusahaan tersebut menjalankan bisnis perjudian ilegal.
Sementara itu, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) AS menegaskan memiliki "yurisdiksi eksklusif" atas prediction market, dengan menyatakan bahwa Kongres telah mempercayakan wewenang tunggal kepada mereka untuk mengatur pasar derivatif komoditas, termasuk event contracts.
Dampak terhadap Industri
Konflik antara regulator negara bagian dan federal ini semakin meruncing. Pada 30 Juni, seorang hakim di Massachusetts mengizinkan otoritas negara bagian untuk mengajukan amended complaint terhadap Kalshi dalam gugatan yang menuduh kontrak event olahraga perusahaan tersebut merupakan perjudian ilegal.
Pernyataan ESMA ini menambah dimensi baru dalam tekanan regulasi global terhadap prediction market. Dengan Uni Eropa yang kini mempertegas posisinya, platform-platform prediction market yang beroperasi di kawasan tersebut harus segera menilai ulang kepatuhan produk mereka terhadap aturan yang berlaku.
Industri prediction market diperkirakan akan menghadapi pengawasan yang lebih ketat di kedua sisi Atlantik, seiring regulator berupaya melindungi investor ritel dari produk keuangan berisiko tinggi yang dikemas dalam format baru.



