Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa (ESMA) mengeluarkan peringatan tegas kepada bursa kripto global Binance terkait layanan pengguna di Uni Eropa, hanya satu hari menjelang tenggat transisi penuh regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) pada 1 Juli 2026.
Peringatan Tegas ESMA untuk Seluruh Bursa Kripto
Dalam pernyataan eksklusif kepada Cointelegraph pada Senin (29/6), juru bicara ESMA menegaskan bahwa seluruh klien kripto di Uni Eropa dan European Economic Area (EEA) harus dilayani melalui entitas hukum yang telah memperoleh otorisasi MiCA.
"Klien Uni Eropa harus dilayani melalui entitas yang berizin MiCA," tegas perwakilan ESMA tersebut, seraya menambahkan bahwa perlindungan MiCA hanya berlaku untuk entitas hukum yang memiliki lisensi di wilayah UE.
Peringatan ini muncul setelah Binance menginformasikan kepada penggunanya bahwa mereka akan menyesuaikan layanan di beberapa negara UE termasuk Polandia, Prancis, Spanyol, dan Italia sebagai bagian dari transisi MiCA. Namun, untuk pengguna di negara-negara lain, Binance menyatakan bahwa "tidak diperlukan tindakan saat ini" jika pengguna tidak berada di yurisdiksi tempat bursa beroperasi melalui entitas terdaftar lokal.
Model Abu Dhabi Dipertanyakan
Yang menjadi sorotan utama adalah model layanan Binance melalui entitas Abu Dhabi Global Market (ADGM). Tangkapan layar dari layanan dukungan pelanggan Binance yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa sejumlah pengguna UE kemungkinan akan dilayani melalui entitas ADGM.
Yuriy Brisov, pengacara dari Digital & Analogue Partners, menegaskan bahwa lisensi Abu Dhabi tidak memiliki kekuatan hukum di bawah MiCA karena yurisdiksi tersebut diperlakukan sebagai negara ketiga, setara dengan Amerika Serikat atau Singapura.
"Diregulasi di Abu Dhabi tidak memberikan apa pun bagi Binance di bawah MiCA," ujar Brisov. "Ketika Binance mengatakan sebagian pengguna UE dilayani melalui entitas ADGM, dalam terminologi MiCA itu berarti perusahaan dari negara ketiga sedang melayani pengguna tersebut."
Aturan Reverse Solicitation yang Ketat
ESMA juga mengutip pedoman resmi tentang reverse solicitation atau permintaan terbalik yang diatur dalam Pasal 61 MiCA. Pengecualian ini hanya berlaku dalam kasus sangat terbatas, yaitu ketika klien UE secara mandiri dan tanpa pengaruh apa pun mendatangi perusahaan di luar UE.
Panduan ESMA secara spesifik mencakup pengoperasian situs web, aplikasi seluler, iklan daring, sponsor, dan kampanye influencer yang menargetkan pengguna UE sebagai bentuk solicitation yang dilarang.
Brisov menekankan bahwa pengecualian reverse solicitation dirancang untuk kasus-kasus terisolasi dan tidak dimaksudkan untuk mempertahankan basis pelanggan yang sudah ada dan dibangun melalui pemasaran bertahun-tahun.
Hingga berita ini diturunkan, Binance belum memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi berulang dari Cointelegraph mengenai apakah pengguna UE akan dilayani melalui entitas ADGM setelah tenggat MiCA berlaku.
Lanskap Kompetitif dan Dampak ke Jutaan Pengguna
Ketegangan ini muncul di tengah lanskap regulasi yang semakin ketat di Eropa. Data terkini menunjukkan 244 perusahaan kripto telah memperoleh lisensi MiCA di seluruh yurisdiksi UE dan EEA, dipimpin oleh Jerman dengan Prancis dan Belanda sebagai hub utama.
Sementara itu, pertukaran besar seperti Coinbase, Kraken, dan OKX yang telah mengantongi otorisasi MiCA justru bergerak agresif untuk menyerap pengguna dari platform yang belum berlisensi, menawarkan bonus transfer dan berbagai insentif.
Deadline MiCA pada 1 Juli 2026 diproyeksikan dapat memaksa jutaan pengguna kripto di Eropa untuk beralih ke platform berlisensi atau kehilangan akses ke layanan kripto yang teregulasi. SwissBorg memperkirakan hingga 10 juta pengguna kripto di UE bisa terdampak dan harus mencari platform baru yang memenuhi standar MiCA.
Dengan waktu yang tersisa kurang dari 24 jam, nasib jutaan pengguna Binance di Uni Eropa kini bergantung pada apakah bursa kripto terbesar di dunia tersebut dapat meyakinkan regulator Eropa bahwa model layanannya mematuhi aturan MiCA secara penuh.



