Pasar kripto kembali diguncang oleh prediksi suram dari salah satu ekonom paling kontroversial di dunia. Reza Bundy, CEO Atlas Capital dan mitra bisnis Nouriel Roubini โ ekonom yang dijuluki 'Dr. Doom' karena berhasil memprediksi krisis subprime mortgage 2008 โ memperingatkan bahwa Bitcoin berpotensi mengalami kejatuhan dahsyat hingga 70% dalam enam bulan ke depan.
Dalam wawancara eksklusif dengan CoinDesk di konferensi Proof of Talk di Paris, Bundy mengungkapkan bahwa target penurunan Bitcoin berada di kisaran $26.000 hingga $30.000. Level tersebut akan menjadi yang terendah sejak awal 2023 dan mencerminkan skenario terburuk dari analisis makroekonomi Atlas Capital.
"Kami pikir akan ada penurunan besar-besaran pada Bitcoin dalam enam bulan ke depan. Penurunannya bisa mencapai 70%," kata Bundy. "Jika terjadi penurunan di pasar saham yang bahkan hanya setengah dari apa yang terjadi pada 2008, Bitcoin akan menggandakan kerugian itu."
Pernyataan ini muncul di tengah performa Bitcoin yang sudah tertekan sepanjang 2026. BTC saat ini diperdagangkan di sekitar $63.000, turun hampir 28% year-to-date. Sementara itu, indeks S&P 500 justru naik 10% dan Nasdaq melonjak 19% pada periode yang sama โ mengungguli Bitcoin secara signifikan.
Roubini sendiri telah lama dikenal sebagai kritikus vokal Bitcoin. Sejak 2017, ia konsisten menyebut Bitcoin sebagai "aset semu" dan "gelembung spekulatif" yang tidak memiliki nilai fundamental. Terlepas dari kenyataan bahwa Bitcoin naik sekitar 850% sejak ia pertama kali menyebutnya gelembung, 'Dr. Doom' tetap pada pendiriannya.
Bundy juga mengkritik narasi Bitcoin sebagai lindung nilai inflasi. Ia menilai BTC kini lebih berperilaku seperti aset berisiko tinggi yang bergerak searah dengan saham teknologi. Kritik ini sejalan dengan komentar miliarder Mark Cuban yang baru-baru ini menjual sebagian besar Bitcoin-nya setelah kecewa dengan kegagalan narasi hedging.
Namun, menariknya, Bundy bukanlah seorang perma-bear. Dalam jangka panjang, ia justru sangat bullish terhadap Bitcoin. Ia memetakan empat skenario ekonomi untuk harga BTC jangka panjang: dalam skenario "Ekspansi Terkendali" (probabilitas 40%), Bitcoin bisa mencapai $150.000-$250.000; sementara dalam skenario "Dominasi Fiskal", harga bisa melesat hingga $500.000.
Optimisme jangka panjang Bundy berakar pada visi awal Bitcoin sebagai alternatif mata uang yang melawan kekacauan moneter global. Ia berpendapat bahwa pertumbuhan utang pemerintah, pencetakan uang sewenang-wenang oleh bank sentral, dan menurunnya kepercayaan terhadap mata uang tradisional akan menjadi katalis utama kenaikan Bitcoin dalam beberapa tahun ke depan.
Sentimen bearish jangka pendek ini semakin diperkuat oleh kondisi pasar yang sudah rapuh. Data dari CoinGlass menunjukkan BTC/USD mencatat pekan terburuknya di 2026 dengan kerugian lebih dari 13%. Total kapitalisasi pasar kripto telah kehilangan lebih dari $2 triliun sejak Oktober 2025, menurut The Kobeissi Letter.
Analis teknikal juga mencatat bahwa pergerakan harga Bitcoin saat ini sangat mirip dengan pola bear market 2022. BTC kembali menyentuh Simple Moving Average (SMA) 200-mingguan di sekitar $61.626 โ level yang sama yang menjadi support kritis selama kejatuhan 2022. Trader Rekt Capital menyebut kemiripan ini "luar biasa" karena terjadi hampir tepat empat tahun setelah pola yang sama.
Dengan level support $60.000 yang kini menjadi garis pertahanan terakhir bagi para bull, dan prediksi 'Dr. Doom' yang mengarah ke $26.000, pasar kripto menghadapi momen kritis. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah koreksi akan berlanjut, tetapi seberapa dalam koreksi tersebut akan terjadi sebelum pasar menemukan dasar yang sesungguhnya.
