Dompet Era Satoshi Bergerak Setelah 14 Tahun
Dompet Bitcoin kuno era Satoshi yang berisi 35.55 BTC dan telah tidak tersentuh sejak Maret 2011 akhirnya bergerak untuk pertama kalinya setelah 14 tahun. Dompet dengan alamat 1LwWtSs7tMCwcRczQd5kVMv3xpWw6w4Sxe mentransfer 15 BTC ke alamat baru pada 2 Juni 2026 pukul 16:46 UTC, sementara 20.55 BTC sisanya dipertahankan sebagai kembalian. Pergerakan yang tercatat di blok Bitcoin 952.104 ini menjadi sorotan karena dompet tersebut merupakan salah satu terdakwa dalam gugatan hukum raksasa senilai $285 miliar di New York County Supreme Court.
Gugatan Hukum Terbesar dalam Sejarah Kripto
Gugatan yang diajukan pada 11 Maret 2026 dan diamendemen pada 1 Mei 2026 ini dipimpin oleh penggugat anonim bernama Noah Doe bersama dua perusahaan LLC Wyoming, ABC Company dan XYZ Company. Penggugat menargetkan 39.069 dompet Bitcoin yang dianggap "hilang" atau "ditinggalkan" dan menuntut sekitar 3,8 juta BTC berdasarkan New York Personal Property Law Article 7-B, undang-undang properti hilang negara bagian New York. Noah Doe diposisikan sebagai "penemu" di bawah doktrin properti terbengkalai, sebuah argumen hukum yang belum pernah diuji dalam konteks aset kripto.
Pemberitahuan Hukum Melalui Blockchain Bitcoin
Pengadilan memberikan izin inovatif untuk melayani pemberitahuan hukum kepada para terdakwa melalui mekanisme OP_RETURN Bitcoin, sebuah fitur blockchain yang memungkinkan data teks disematkan secara permanen dalam transaksi. Salomon Brothers Strategic Advisors, konsultan blockchain penggugat, menyiarkan 98 gelombang transaksi debu di rentang blok 950.446 hingga 950.576 sepanjang Juni-Juli 2025. Setiap transaksi membawa 546 satoshi dan tautan menuju pemberitahuan pengabaian kepemilikan.
Respons Pertama dari Terdakwa Kasus Aktif
Dompet 1LwWt secara spesifik menerima pemberitahuan pada 31 Juli 2025, dengan tenggat waktu 90 hari untuk merespons hingga 5 November 2025. Pergerakan yang baru terjadi pada Juni 2026 ini terjadi tujuh bulan setelah batas respons habis dan tiga bulan pasca gugatan resmi diajukan. Menurut analisis Galaxy Research, ratusan dompet lainnya sudah bergerak saat kampanye pemberitahuan awal berlangsung dan akhirnya dikeluarkan dari daftar terdakwa. Alex Thorn dari Galaxy menyatakan dompet ini sebagai "Noah Doe defendant #38215" dan menegaskan bahwa pemiliknya "ternyata tidak benar-benar meninggalkan aset tersebut."
Dompet Tidur Lain Ikut Bergerak
Hampir bersamaan, dompet tidur lain berusia 15 tahun dengan alamat 1CDSyXAQxro4FPUoqAQb81642ruqDsUiNp mengirimkan 20 BTC senilai $1,48 juta ke alamat SegWit sekitar 13 jam sebelum pergerakan 1LwWt, menurut data Arkham Intelligence. Namun, dompet 1CDSy tidak tercatat masuk dalam kampanye pemberitahuan Noah Doe maupun daftar terdakwa gugatan.
Pasar Kripto di Bawah Tekanan
Pergerakan BTC era Satoshi ini terjadi di tengah gejolak pasar kripto. Bitcoin sempat menyentuh level terendah $59.227 sebelum berhasil pulih tipis ke atas $61.000. Aksi jual massal dipicu oleh laporan tenaga kerja AS yang kuat, yang memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga dan menyebabkan Nasdaq 100 anjlok sekitar 5 persen. Tiga faktor besar membebani pasar: penjualan Bitcoin pertama oleh Strategy (sebelumnya MicroStrategy) yang dipublikasikan ke publik, rekor arus keluar ETF Bitcoin spot selama 10 hari berturut-turut, dan kebuntuan pembicaraan gencatan senjata AS-Iran.
Implikasi Hukum yang Luas
Kasus Noah Doe kini menjadi preseden penting dalam hukum kripto. Jika pengadilan New York memutuskan bahwa dompet Bitcoin yang tidak aktif selama bertahun-tahun dapat diklasifikasikan sebagai "properti terbengkalai," implikasinya akan sangat luas bagi seluruh ekosistem aset digital. Pemilik aset kripto di seluruh dunia mungkin perlu membuktikan kepemilikan secara berkala untuk menghindari risiko penyitaan hukum. Para pelaku industri dan pengacara kripto kini memantau dengan saksama perkembangan kasus ini yang dapat mengubah lanskap hukum kepemilikan aset digital secara fundamental.



