Regulasi

BREAKING: CFTC Gugat Kentucky, Perang Regulasi Prediction Market Memanas

BREAKING: CFTC Gugat Kentucky, Perang Regulasi Prediction Market Memanas

Key Takeaways

CFTC mengajukan gugatan federal terhadap Kentucky setelah negara bagian itu menuntut Polymarket dan Kalshi sebagai platform judi ilegal. Kentucky menjadi negara bagian kesembilan yang digugat CFTC dalam perebutan yurisdiksi prediction market.

CFTC Ambil Langkah Hukum

Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat (CFTC) secara resmi mengajukan gugatan terhadap negara bagian Kentucky pada Selasa (23/6), menandai babak baru dalam perang regulasi prediction market yang kian memanas di Negeri Paman Sam. Gugatan yang diajukan di pengadilan federal ini bertujuan memblokir tindakan hukum Kentucky terhadap lima operator prediction market, termasuk Polymarket dan Kalshi. Kentucky sebelumnya menuduh platform-platform tersebut beroperasi tanpa lisensi perjudian dan melanggar regulasi negara bagian. Ketua CFTC Mike Selig menegaskan sikap tegas lembaganya. "Kentucky adalah negara bagian terbaru yang mencoba menutup kontrak acara yang diatur secara federal. CFTC berkomitmen penuh mempertahankan yurisdiksi eksklusifnya atas prediction market," ujar Selig dalam pernyataan resminya.

Negara Bagian Kesembilan yang Digugat

Kentucky kini menjadi negara bagian kesembilan yang digugat oleh CFTC sejak Selig menjabat sebagai ketua pada Desember lalu. Regulator federal ini secara agresif memperluas pertempuran hukumnya melawan otoritas negara bagian yang mencoba menerapkan aturan perjudian tradisional pada platform prediction market. Dalam gugatannya, Kentucky menyasar tidak hanya Polymarket dan Kalshi, tetapi juga mitra mereka — Coinbase, Robinhood, dan Webull. Negara bagian itu mengklaim kontrak acara olahraga yang ditawarkan platform tersebut "sepenuhnya masuk dalam definisi taruhan olahraga" berdasarkan hukum Kentucky. CFTC membalas dengan argumen bahwa Kalshi dan Polymarket adalah pasar kontrak yang ditunjuk di bawah otoritas federal, dan kontrak acara mereka merupakan "swap" berdasarkan hukum komoditas federal. Coinbase, Robinhood, dan Webull disebut sebagai futures commission merchants yang terdaftar di CFTC.

Pajak 14,25% Jadi Sorotan

Yang menarik, CFTC juga menyoroti pajak cukai 14,25% yang baru-baru ini diberlakukan Kentucky terhadap biaya transaksi prediction market. Regulator menuduh pajak ini sengaja dirancang untuk membuat prediction market tidak layak secara ekonomi di negara bagian tersebut. "Pajak ini pada dasarnya membuat prediction market mustahil beroperasi di Kentucky," tegas CFTC dalam dokumen gugatannya.

Dukungan dari Gedung Putih

Langkah CFTC ini mendapat dukungan dari level tertinggi. Pada bulan Mei, Presiden Donald Trump menyatakan dukungannya agar CFTC tetap menjadi otoritas tunggal prediction market. Menariknya, putra Presiden, Donald Trump Jr., merupakan investor sekaligus anggota dewan penasihat Polymarket dan Kalshi. Gugatan terbaru ini muncul hanya beberapa minggu setelah CFTC menggugat New Mexico atas upaya serupa menerapkan hukum perjudian negara bagian pada Kalshi. Dengan semakin banyaknya negara bagian yang mencoba meregulasi prediction market, pertarungan hukum ini diperkirakan akan terus berlanjut dan berpotensi mencapai Mahkamah Agung.

Implikasi bagi Industri Kripto

Bagi industri kripto, kasus ini memiliki implikasi luas. Prediction market seperti Polymarket telah menjadi salah satu use case blockchain yang paling populer, dengan volume perdagangan mencapai miliaran dolar. Keputusan akhir dalam sengketa ini akan menentukan apakah platform-platform tersebut dapat beroperasi di seluruh Amerika Serikat atau justru terfragmentasi oleh 50 rezim regulasi negara bagian yang berbeda.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar