BREAKING NEWS — Christopher Delgado, mantan CEO Goliath Ventures, secara resmi mengaku bersalah atas perannya dalam skema investasi kripto yang menurut jaksa penuntut berhasil mengumpulkan sedikitnya $400 juta dari para investor. Pengakuan bersalah ini disampaikan di pengadilan federal Florida pada hari Selasa, menandai babak akhir dari salah satu kasus penipuan kripto terbesar tahun 2026.
Kronologi Skema Ponzi Goliath Ventures
Menurut pernyataan resmi Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), Goliath Ventures menjanjikan imbal hasil bulanan kepada investor yang dihasilkan melalui liquidity pool aset digital antara Januari 2023 hingga Januari 2026. Namun kenyataannya, dana investor justru digunakan untuk membayar investor sebelumnya dalam skema Ponzi klasik, memproses penarikan, membiayai gaya hidup mewah, serta mendanai acara bisnis perusahaan.
Delgado mengaku bersalah atas dakwaan konspirasi penipuan wire fraud, penipuan wire fraud, dan pencucian uang. Dalam perjanjian pengakuannya, ia mengakui bahwa skema tersebut menyebabkan kerugian investor setidaknya $250 juta. Jaksa mengungkapkan bahwa hanya sekitar $160.000 yang tersisa di rekening bank perusahaan saat Delgado ditangkap.
Puluhan Aset Mewah Disita
Sebagai bagian dari perjanjian, Delgado setuju untuk menyerahkan portofolio aset mewah yang sangat luas yang dibeli dengan dana investor. Aset yang disita mencakup delapan properti, sebelas kendaraan, tiga puluh jam tangan mewah, lebih dari lima puluh tas dan dompet bermerek, sedikitnya dua puluh sembilan perhiasan, serta sejumlah rekening bank dan dompet kripto.
Delgado menghadapi hukuman maksimal 20 tahun penjara untuk setiap dakwaan penipuan dan hingga 10 tahun untuk dakwaan pencucian uang. Sidang penjatuhan hukuman dijadwalkan pada 8 Oktober 2026.
Permintaan Maaf Publik Sebelum Pengakuan Bersalah
Yang menarik, pengakuan bersalah ini terjadi setelah Delgado tampil di televisi dan menyampaikan permintaan maaf publik kepada para investor. Dalam wawancara dengan stasiun televisi Florida WFTV pada 12 Mei lalu, ia menyatakan bahwa para investor telah menaruh kepercayaan kepadanya dan ia telah mengecewakan mereka. Delgado juga mengklaim telah secara sukarela kembali ke AS dan bekerja sama dengan pihak berwenang.
Kasus ini juga menarik perhatian pada institusi keuangan yang memproses dana Goliath. Pada 12 Maret, investor mengajukan gugatan class action terhadap JPMorgan Chase, menuduh bank tersebut mengabaikan transaksi mencurigakan dan membiarkan Goliath mengumpulkan dana investor melalui rekeningnya. Gugatan tersebut mengklaim sekitar $253 juta mengalir melalui rekening JPMorgan, termasuk sekitar $123 juta yang kemudian ditransfer ke dompet Goliath di Coinbase.
Implikasi untuk Keamanan Industri Kripto
Pengaduan federal terpisah juga mengidentifikasi aliran dana melalui Bank of America dan langsung ke dompet Coinbase. Kasus Goliath Ventures menjadi pengingat keras akan risiko yang masih mengintai di industri kripto. Meskipun regulasi semakin ketat, skema Ponzi berskala besar terus bermunculan, memanfaatkan kompleksitas teknologi dan kurangnya pemahaman investor ritel.
Dengan total kerugian mencapai $250 juta, kasus ini menempati posisi sebagai salah satu penipuan kripto terbesar yang berhasil diungkap otoritas AS sepanjang tahun ini. Vonis terhadap Delgado pada 8 Oktober mendatang akan menjadi momen penting bagi penegakan hukum di sektor aset digital.



