Keamanan

BREAKING: Bug Zcash Ditemukan AI Picu Crash Pasar Kripto, BTC Anjlok ke Bawah $60.000

BREAKING: Bug Zcash Ditemukan AI Picu Crash Pasar Kripto, BTC Anjlok ke Bawah $60.000

Key Takeaways

Pasar kripto mengalami crash brutal setelah AI menemukan bug kritis di Zcash yang memungkinkan pencetakan token tanpa batas. Bitcoin jatuh ke bawah $60.000 untuk pertama kalinya sejak Oktober 2024, Ethereum mencapai level terendah 13 bulan di $1.540.
Artikel ini menggunakan format teks satu kolom tanpa subheading. Tim editorial sedang memproses pembaruan struktur.

Pasar mata uang kripto mengalami salah satu crash paling brutal dalam dua tahun terakhir setelah terungkapnya bug kritis pada blockchain privasi Zcash yang ditemukan oleh kecerdasan buatan (AI). Bitcoin (BTC) ambruk menembus level psikologis $60.000 untuk pertama kalinya sejak Oktober 2024, sementara Ethereum (ETH) mencapai level terendah 13 bulan di $1.540.

Kepanikan dimulai setelah Shielded Labs, pengembang nonprofit di balik Zcash, mengungkapkan bahwa model AI Opus 4.8 dari Anthropic berhasil menemukan kerentanan kritis yang telah tersembunyi selama empat tahun di protokol Zcash. Bug ini, jika dieksploitasi, memungkinkan penyerang mencetak token ZEC dalam jumlah tak terbatas melalui shielded pool terbesar jaringan tersebut.

Pengungkapan ini memicu aksi jual panik. Token Zcash (ZEC) anjlok hingga 38% dalam 24 jam, menjadi $390. Namun dampaknya jauh melampaui ZEC saja. Ketakutan akan kontagion menyebar ke seluruh ekosistem kripto, dengan investor khawatir bahwa kerentanan serupa mungkin tersembunyi di blockchain dan smart contract lainnya.

Bitcoin sendiri tidak luput dari kehancuran. Aset kripto terbesar ini turun di bawah $60.000 pada Jumat malam, menandai level terlemah sejak Oktober 2024. Dalam sepekan terakhir, BTC telah kehilangan hampir 20% nilainya, dan secara total telah anjlok lebih dari 52% dari puncak $126.000 yang dicapai pada Oktober tahun lalu. Total kapitalisasi pasar kripto kehilangan lebih dari $200 miliar dalam kekacauan ini.

Ethereum mengalami nasib lebih buruk. ETH merosot ke $1.540, level terendah dalam 13 bulan, dengan lebih dari $1,28 miliar posisi long leverage terlikuidasi hanya dalam lima hari. Data dari Laevitas menunjukkan funding rate perpetual ETH berbalik negatif, menandakan permintaan besar untuk posisi short. Rasio put-to-call opsi ETH di Deribit melonjak ke 3,7 kali lipat, menunjukkan bias bearish yang sangat kuat di kalangan trader derivatif.

Beberapa faktor memperburuk tekanan jual. Strategy (sebelumnya MicroStrategy), pembeli Bitcoin korporat terbesar yang dipimpin Michael Saylor, secara mengejutkan berbalik menjadi penjual. Langkah ini mengguncang kepercayaan investor ritel dan institusional. Secara paralel, ETF Bitcoin spot mencatat rekor outflow seiring investor menarik modal dari sektor kripto dan mengalihkannya ke saham kecerdasan buatan yang sedang melonjak.

Laporan tenaga kerja AS yang dirilis Jumat semakin memperburuk situasi. Pertumbuhan lapangan kerja melampaui proyeksi, memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga. Ekspektasi pasar kini sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga berikutnya, menghapus harapan pemangkasan yang sebelumnya mendukung aset berisiko.

Data on-chain menunjukkan tingkat keparahan koreksi ini. Hanya 30% dari total suplai ETH yang saat ini berada dalam posisi profit — kondisi yang hanya terjadi beberapa kali dalam sejarah, termasuk saat crash COVID Maret 2020. Sementara itu, open interest short Zcash mencapai rekor tertinggi karena trader bertaruh pada penurunan lebih lanjut.

Total Value Locked (TVL) jaringan Ethereum juga anjlok ke level terendah sejak Februari 2024, dengan protokol DeFi terkemuka seperti Spark (-50%), Ether.fi (-49%), dan EigenCloud (-41%) mencatat kontraksi tajam.

CEO SingularityNET, Ben Goertzel, memperingatkan bahwa ancaman AI terhadap keamanan tidak terbatas pada kripto. "Infrastruktur perangkat lunak bank dan institusi terpusat lainnya juga sangat mungkin memiliki bug serius yang akan ditemukan oleh alat AI dalam waktu dekat," katanya kepada CoinDesk. Sementara itu, CEO CertiK Ronghui Gu menyebut situasi ini sebagai "perang konsumsi token AI asimetris" di mana peretas dapat memusatkan daya komputasi pada target tunggal sementara firma keamanan harus melindungi ratusan klien.

Di tengah kekacauan, sebagian tokoh industri tetap optimis. Managing Partner Dragonfly, Haseeb Qureshi, menekankan bahwa formal verification adalah jawaban jangka panjang: "AI menemukan bug ini, dan AI juga akan memberikan solusinya — verifikasi formal. Saya sangat bullish pada ini sebagai jalur untuk memperkuat semua perangkat lunak di industri."

Saat ini, pasar masih dalam mode risk-off ekstrem. Altcoin utama seperti Dogecoin dan Shiba Inu masing-masing turun 9%, XRP mendekati $1,10, dan Solana berada di $64. Belum ada tanda-tanda relief bounce yang signifikan, dan trader derivatif terus menumpuk posisi bearish.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar