Pasar kripto mengalami pendarahan besar pada Jumat (5/6/2026) setelah serangkaian sentimen negatif menghantam aset digital secara bersamaan. Bitcoin (BTC) akhirnya menembus level psikologis $60.000 untuk pertama kalinya sejak Oktober 2024, sementara Ethereum (ETH) anjlok ke titik terendah 13 bulan di kisaran $1.600.
Menurut data CoinDesk, total kapitalisasi pasar kripto kehilangan lebih dari $200 miliar dalam aksi jual masif yang dipicu oleh tiga faktor utama: ditemukannya bug kritis dalam protokol Zcash oleh model kecerdasan buatan, data tenaga kerja AS yang jauh melampaui ekspektasi, dan aksi jual Bitcoin oleh Strategy (sebelumnya MicroStrategy).
Bug yang mengguncang pasar pertama kali terungkap ketika Shielded Labs mengonfirmasi bahwa sebuah kerentanan dalam Orchard Pool Zcash telah tidak terdeteksi selama empat tahun. Model AI berhasil mengidentifikasi celah keamanan tersebut, yang berpotensi memungkinkan pencetakan token tanpa batas secara diam-diam. Zcash (ZEC) langsung ambruk 40% dalam hitungan jam setelah pengungkapan tersebut.
Arthur Hayes, mantan CEO BitMEX dan salah satu pendukung awal Zcash, secara terbuka mengumumkan telah menjual seluruh kepemilikan ZEC-nya. Hayes menyatakan akan mempertimbangkan kembali posisinya hanya jika asumsinya tentang potensi exploit terbukti salah. Data pasar menunjukkan posisi short ZEC mencapai rekor tertinggi dalam denominasi token, meskipun likuidasi relatif kecil mengindikasikan aksi jual spot mendominasi.
Gelombang panic selling kemudian merembet ke seluruh ekosistem kripto. Memecoin utama seperti Dogecoin (DOGE) dan Shiba Inu (SHIB) terjun 9% karena volume perdagangan tinggi dan likuidasi memberat. XRP juga kehilangan 5% tambahan setelah breakdown volume tinggi menghancurkan support di level $1,20, mendorongnya mendekati $1,10 — titik terendah dalam beberapa bulan.
Tekanan tambahan datang dari data ekonomi makro AS. Laporan tenaga kerja bulan Mei menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang melampaui perkiraan analis secara signifikan, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga. Prospek suku bunga yang lebih tinggi secara historis berdampak negatif pada aset berisiko seperti kripto karena investor cenderung beralih ke instrumen dengan imbal hasil lebih aman.
Sementara itu, langkah Strategy (MicroStrategy) yang menjual sebagian kepemilikan Bitcoin-nya mengejutkan komunitas. Michael Saylor, pendiri perusahaan dan salah satu pendukung Bitcoin paling vokal, sebelumnya dikenal dengan narasi "never sell". Aksi jual ini memicu perdebatan tentang "reset permintaan" dan membuat Saylor menerbitkan esai yang menyerukan "ekspansi disiplin" Bitcoin melalui perbankan, kredit, sekuritas, dan lapisan yang lebih tinggi.
Analis mencatat bahwa kombinasi aksi jual oleh pemegang terbesar (Strategy), arus keluar ETF Bitcoin, dan rotasi modal ke sektor kecerdasan buatan telah menciptakan badai sempurna bagi pasar kripto. Mati Greenspan, Michael Saylor, dan Jameson Lopp menyalahkan ledakan AI sebagai faktor yang menyedot likuiditas dari Bitcoin. Di sisi lain, Jack Mallers dari Strike merekomendasikan strategi "buy the dip" sambil menahan diri dari memberikan proyeksi harga spesifik.
Data menunjukkan bahwa pada titik terendah, Bitcoin sempat menyentuh $60.300 sebelum sedikit memantul. Posisi short senilai $2,6 miliar telah menumpuk menjelang level $60.000, memicu spekulasi tentang potensi short squeeze jika harga berhasil memantul dengan kuat. Funding rate Bitcoin turun drastis, menunjukkan dominasi posisi bearish yang dapat menciptakan "bear trap" — sebuah jebakan di mana penurunan harga yang tampak meyakinkan justru berbalik arah secara tiba-tiba.
Dengan pekan ini tercatat sebagai minggu terburuk bagi kripto sejak Juli 2024, seluruh mata kini tertuju pada level support kritis. Apakah $60.000 akan bertahan sebagai garis pertahanan terakhir Bitcoin, atau akankah tekanan makroekonomi dan sentimen negatif mendorong harga lebih rendah lagi — pertanyaan yang akan dijawab oleh pasar dalam beberapa hari mendatang.



