BlackRock, manajer aset terbesar di dunia dengan dana kelolaan lebih dari $11 triliun, kembali memperdalam langkahnya ke dunia keuangan terdesentralisasi (DeFi). Kali ini, raksasa Wall Street tersebut mengumumkan integrasi dengan protokol kripto Ethena, yang langsung mendorong token tata kelola ENA naik 8% dalam 24 jam terakhir.
Tiga Pilar Kemitraan Strategis
Kemitraan strategis ini diumumkan pada Senin (29/6) dan mencakup tiga pilar utama. Pertama, token "synthetic dollar" milik Ethena, USDe, akan diintegrasikan ke dalam platform manajemen risiko Aladdin milik BlackRock. Aladdin adalah platform analitik portofolio yang digunakan oleh bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, dan manajer aset yang secara kolektif mengelola lebih dari $20 triliun aset.
Kedua, dana pasar uang tokenisasi BlackRock, BUIDL, akan menjadi aset cadangan utama untuk produk white-label baru yang dikembangkan Ethena. Ketiga, kedua perusahaan meluncurkan fasilitas likuiditas senilai $100 juta yang memungkinkan pemegang BUIDL menukar kepemilikan mereka ke USDC, USDtb, dan stablecoin lainnya di luar jam pasar tradisional — dan mengonversinya kembali ke BUIDL.
Robert Mitchnick, Kepala Aset Digital BlackRock, menegaskan visi perusahaan dalam pernyataan resminya. "Kami percaya stablecoin dan aset dunia nyata yang ditokenisasi saling terkait erat. Fasilitas likuiditas ini memungkinkan tingkat interoperabilitas tanpa hambatan yang merupakan inti dari utilitas unik yang dimungkinkan oleh tokenisasi dana treasuri," ujarnya.
Reaksi Pasar dan Tren Institusional
Token ENA langsung bereaksi positif terhadap pengumuman ini, melonjak sekitar 8% dalam perdagangan harian. Lonjakan ini mencerminkan antusiasme investor terhadap semakin eratnya hubungan antara keuangan tradisional (TradFi) dan protokol DeFi.
Kemitraan ini merupakan bagian dari tren yang lebih luas di mana manajer aset global mulai merangkul protokol DeFi. Sebelumnya tahun ini, BlackRock telah memperluas dana pasar uang tokenisasinya melalui kemitraan dengan Uniswap dan juga berinvestasi dalam token UNI milik bursa terdesentralisasi tersebut. Sementara itu, raksasa pasar swasta Apollo Global Management menjalin kesepakatan dengan protokol peminjaman Morpho untuk membawa aset kredit swasta yang ditokenisasi ke onchain.
Ethena sendiri telah agresif memperluas jangkauan institusionalnya. Manajer aset Janus Henderson, yang mengelola sekitar $480 miliar, baru-baru ini melakukan investasi strategis di ENA dan berencana menggunakan USDe untuk manajemen treasuri. Ethena juga mengumumkan rencana alokasi $250 juta ke dana kewajiban pinjaman beragunan (CLO) tokenisasi milik Securitize.
Awal bulan ini, Coinbase Ventures mengungkapkan investasi pertamanya di Ethena dan meluncurkan rencana untuk membawa produk Ethena ke basis pengguna Coinbase yang mencapai lebih dari 100 juta pengguna. Ethena juga memperluas hubungannya dengan Anchorage Digital untuk mendukung peminjaman institusional melalui platform manajemen agunan Anchorage.
Guy Young, pendiri Ethena, menyatakan bahwa fase berikutnya dari adopsi aset digital akan didorong oleh infrastruktur yang memungkinkan institusi tradisional berinteraksi dengan produk keuangan onchain melalui sistem dan alur kerja yang familiar. Integrasi dengan Aladdin milik BlackRock merupakan langkah konkret menuju visi tersebut.
Dengan semakin banyaknya institusi keuangan tradisional yang memasuki ruang DeFi, batas antara Wall Street dan blockchain terus memudar. Kemitraan BlackRock-Ethena menjadi sinyal terbaru bahwa masa depan keuangan kemungkinan besar akan bersifat hybrid — menggabungkan kekuatan institusional dengan inovasi terdesentralisasi.



