Bitcoin melonjak ke $65.555 di tengah anjloknya harga minyak dunia setelah AS izinkan kembali perdagangan minyak Iran. Likuidasi capai $2,5 miliar dalam sepekan.
Harga Bitcoin (BTC) menembus level $65.500 pada pembukaan pasar Wall Street hari Senin (22/6), mencatat level tertinggi dalam sepekan terakhir. Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan anjloknya harga minyak mentah dunia setelah Amerika Serikat mengizinkan minyak Iran kembali masuk ke pasar global untuk pertama kalinya sejak 2018.
Bitcoin Sentuh $65.555, Tertinggi Sejak Rabu
Data dari TradingView menunjukkan BTC/USD menyentuh $65.555 di Bitstamp, level tertinggi sejak Rabu pekan lalu. Kenaikan ini kontras dengan pasar saham AS yang justru dibuka lebih rendah di tengah ketidakpastian atas nasib kesepakatan damai AS-Iran.
Kesepakatan Iran Jadi Katalis Pasar
Minyak mentah WTI AS kembali ke kisaran $73 per barel, mendekati level terendah sejak awal Maret dan dimulainya konflik AS-Iran. Platform analisis The Kobeissi Letter menyatakan bahwa minyak Iran secara resmi kembali ke pasar global untuk pertama kalinya sejak 2018, sebuah perkembangan geopolitik besar yang langsung mempengaruhi sentimen pasar kripto dan komoditas global.
Trader Targetkan $70.000, Pola Senin Jadi Peringatan
Bagi para trader Bitcoin, pergerakan harga hari ini sangat signifikan. Daan Crypto Trades mencatat bahwa Bitcoin berhasil menembus klaster likuidasi tebal di atas $65.000 tepat setelah pembukaan pasar AS. Trader CrypNuevo bahkan memperkirakan potensi kenaikan lanjutan menuju $70.000 jika bulls mampu mempertahankan breakout pada time frame rendah.
Namun, tidak semua analis optimis. Trader Killa memperingatkan bahwa dalam enam pekan terakhir, setiap hari Senin selalu menandai puncak lokal Bitcoin sebelum harga bergerak turun. Pola ini patut dicermati jika reli hari ini kembali berbalik arah.
Likuidasi $2,5 Miliar Dalam Sepekan
Data dari CoinGlass mengungkapkan skala pergerakan yang luar biasa. Akun analisis CryptoReviewing menyebut volume likuidasi dalam sepekan terakhir mencapai $2,5 miliar, menggambarkan kondisi sebagai benar-benar gila karena posisi long dan short sama-sama terlikuidasi dalam jumlah besar.
Klaster likuidasi signifikan kini berada di zona $61.000 hingga $63.000, menjadikannya zona dengan probabilitas tinggi untuk dikunjungi berikutnya jika reli gagal bertahan. Sementara itu, zona $65.000 hingga $67.000 masih memiliki likuiditas yang berpotensi tersapu untuk mendorong harga ke level lebih tinggi.
Geopolitik Dan Dolar AS Mewarnai Lanskap Makro
Faktor geopolitik kembali menjadi katalis utama pergerakan pasar kripto. Reli Bitcoin kali ini tidak didorong oleh sentimen internal kripto, melainkan oleh ekspektasi bahwa penurunan harga minyak akan meredakan tekanan inflasi global dan membuka ruang bagi kebijakan moneter yang lebih longgar.
Dampak jangka pendek dari kesepakatan Iran ini juga terlihat pada penguatan indeks dolar AS yang mencapai level tertinggi sejak Mei 2025, menambah kompleksitas lanskap makro yang dihadapi aset berisiko seperti Bitcoin. Dengan kapitalisasi pasar kripto global yang masih bertahan di atas $2 triliun, para pelaku pasar kini menanti konfirmasi apakah breakout $65.000 ini akan berlanjut menuju resistance $70.000, atau justru kembali menjadi puncak lokal sebelum koreksi lebih dalam seiring berlanjutnya volatilitas geopolitik dan arus keluar ETF Bitcoin yang telah berlangsung selama enam pekan berturut-turut.
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.