Bitcoin

BREAKING: Bitcoin Sikat $504 Juta Short Seller, Terseret Konflik Iran-Israel

BREAKING: Bitcoin Sikat $504 Juta Short Seller, Terseret Konflik Iran-Israel

Key Takeaways

Bitcoin memicu likuidasi short senilai $504 juta dalam 24 jam setelah rebound dari bawah $60.000 ke $63.700, tertinggi sejak April. Namun eskalasi Iran-Israel menahan laju kenaikan.

Short Seller Terjebak di Tengah Reli Cepat

Pasar kripto kembali bergolak pada Senin (8/6) pagi waktu Asia. Bitcoin (BTC) mencetak reli tajam dari bawah $60.000 menuju $63.700 hanya dalam semalam, memicu gelombang likuidasi massal terhadap para pedagang yang memasang posisi short (jual) di level terendah.

Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa total likuidasi short Bitcoin mencapai $504 juta dalam 24 jam terakhir, menjadikannya rekor likuidasi short harian tertinggi sejak akhir April 2026. Dari total likuidasi kripto yang mencapai $655 juta, posisi Bitcoin menyumbang $315 juta dan Ethereum (ETH) sebesar $201 juta. Satu posisi futures Bitcoin senilai $12,3 juta di bursa OKX menjadi penutupan paksa tunggal terbesar.

Likuidasi terjadi ketika bursa secara otomatis menutup posisi leveraged yang bergerak terlalu jauh melawan arah taruhan trader. Fenomena ini dikenal sebagai 'short squeeze', di mana lonjakan harga memaksa penjual pendek untuk membeli kembali aset dengan harga lebih tinggi, menciptakan tekanan beli tambahan yang mendorong harga semakin naik.

Penyebab Tekanan Pekan Lalu

Lonjakan ini terjadi setelah Bitcoin ambles hampir 14% sepanjang pekan lalu, sempat menyentuh level terendah di bawah $60.000. Tekanan jual dipicu oleh kombinasi beberapa faktor: penjualan Bitcoin pertama Strategy (sebelumnya MicroStrategy) sejak 2022, kejatuhan saham kecerdasan buatan (AI), dan rekor arus keluar (outflow) dari ETF Bitcoin spot.

Banyak trader berbondong-bondong membuka posisi short di dekat level terendah, namun terjebak ketika Bitcoin berbalik arah dan melesat ke $63.800 pada Minggu malam. Kenaikan ini menghapus posisi bearish senilai lebih dari setengah miliar dolar hanya dalam hitungan jam.

Eskalasi Iran-Israel Guncang Pasar Asia

Namun reli mulai kehilangan tenaga pada Senin pagi. Serangan militer baru antara Iran dan Israel mengirim harga minyak melonjak lebih dari 3% ke level $93,50 per barel WTI, sementara bursa saham Asia mengalami tekanan berat. Indeks KOSPI Korea Selatan ambruk hampir 7% dan memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt) akibat volatilitas ekstrem. Indeks Nikkei Jepang juga turun lebih dari 3%.

Presiden AS Donald Trump meminta Israel untuk tidak membalas serangan Iran lebih lanjut. "Saya akan menelepon Bibi sekarang dan mengatakan kepadanya untuk tidak membalas," ujar Trump kepada Axios. "Israel sudah melakukan serangannya dan Iran sudah melakukan serangannya. Kita tidak perlu yang lain."

Prospek Bitcoin Pekan Ini

Bitcoin kini diperdagangkan di sekitar $62.900 pada pukul 04:00 UTC, masih bertahan di atas level support kritis $60.000 namun jauh dari puncak sesi sebelumnya. Analis memperingatkan volatilitas kemungkinan tetap tinggi pekan ini seiring data inflasi AS, IPO besar seperti SpaceX dan Anthropic, serta ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.

Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS pasca rilis data tenaga kerja AS yang kuat pada Jumat lalu juga menambah tekanan terhadap aset berisiko seperti kripto. Secara historis, penguatan yield Treasury cenderung mendorong permintaan dolar AS dan menekan aset alternatif.

Meskipun reli terhambat, data likuidasi menunjukkan bahwa momentum bullish jangka pendek masih memiliki kekuatan. Para analis menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap potensi pergerakan liar di tengah jadwal ekonomi dan geopolitik yang padat pekan ini.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar