Bitcoin mencetak RSI 15,5 — level terendah sejak Maret 2020 — setelah anjlok ke $59.227. Likuidasi $1,6 miliar dan tekanan makro memicu panic selling. Analis prediksi rebound menuju $70.000.
Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah indikator Relative Strength Index (RSI) harian menyentuh level 15,5 — yang paling oversold sejak crash COVID-19 pada Maret 2020. Level ini jauh di bawah ambang batas oversold 30, menandakan tekanan jual yang sudah sangat ekstrem.
Aksi jual masif terjadi dalam 24 jam terakhir setelah laporan ketenagakerjaan AS yang kuat pada hari Jumat memicu repricing tajam terhadap ekspektasi suku bunga Federal Reserve. Pasar swap kini sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga pada akhir 2026, berbalik dari ekspektasi pemangkasan sebelumnya di bawah kepemimpinan baru Ketua Fed Kevin Warsh.
Bitcoin sempat menyentuh level terendah $59.227 pada dini hari Sabtu sebelum pembeli kembali masuk dan mendorong harga ke kisaran $61.000. Level $60.000 sekali lagi menjadi zona pertahanan kritis yang berhasil ditahan oleh bulls meskipun volume jual sangat tinggi.
Total likuidasi dalam 24 jam mencapai $1,6 miliar, menghantam sekitar 308.000 trader di seluruh pasar kripto. Posisi long mendominasi kerugian sebesar $1,21 miliar. Bitcoin sendiri mencatat likuidasi $534 juta, sementara Ethereum menyusul dengan $423 juta. Zcash, yang sedang bergulat dengan pengungkapan bug kritis di Orchard Pool-nya, mencatat likuidasi tambahan $115 juta.
Dampak Domino dari Wall Street ke Pasar Kripto
Gelombang aksi jual ini tidak hanya terjadi di kripto. Nasdaq 100 anjlok sekitar 5% — penurunan harian terburuk sejak April 2025 — dipimpin oleh sektor AI dan semikonduktor yang merosot 10%. S&P 500 turun 2,6% dan gagal mencetak kenaikan mingguan kesepuluh berturut-turut. Imbal hasil obligasi Treasury dua tahun melonjak 12 basis poin ke 4,16%.
Ethereum menjadi salah satu aset yang paling terpukul, turun 21,6% dalam tujuh hari ke level $1.575 — terendah dalam 13 bulan. Solana anjlok 23,7% ke $63, sementara XRP, Dogecoin, dan BNB masing-masing turun antara 13% hingga 20%. Bahkan Hyperliquid (HYPE) yang sebelumnya tangguh, akhirnya ikut terkoreksi 9,9%.
Sinyal Oversold Ekstrem: Pola Historis yang Berulang
Data historis menunjukkan bahwa pembacaan RSI yang sangat oversold sering kali mendahului rebound tajam. Pada Maret 2020, RSI Bitcoin menyentuh 15,56 sebelum BTC melesat sekitar 50%. Pada Februari 2026, RSI mencapai 15,86 dan harga bertahan di atas support $60.000, yang kemudian diikuti pemulihan hampir 30% menuju $82.850.
Analis kripto Scott Melker mencatat bahwa rasio laba/rugi terealisasi pemegang jangka pendek telah jatuh ke level terendah sepanjang masa, melampaui level yang terlihat pada drawdown Bitcoin sebelumnya. Sekitar 5,3 juta BTC yang dipegang oleh pemegang jangka panjang kini berada di bawah air — tertinggi sejak crash COVID Maret 2020.
"Sentimen mengikuti harga hampir secara sempurna," kata Melker. "Trader euforia di puncak Mei, lalu mencapai puncak keputusasaan pada 3 Juni. Biasanya di situlah bottom sudah dekat. Biasanya."
Faktor Pemicu dan Prospek ke Depan
Faktor-faktor yang membebani Bitcoin dalam sebulan terakhir termasuk risiko geopolitik dari ketegangan AS-Iran, kenaikan harga minyak, memudarnya harapan pemangkasan suku bunga Fed, dan kepanikan setelah Strategy (sebelumnya MicroStrategy) melakukan penjualan Bitcoin pertamanya sejak 2022. Selain itu, rekor arus keluar ETF Bitcoin juga menghilangkan lapisan pembeli institusional yang sebelumnya menjadi penopang harga.
Dengan $2,6 miliar dalam posisi short yang kini terjebak di sekitar level $60.000, potensi short squeeze juga mulai diperhitungkan oleh pelaku pasar. Jika Bitcoin mampu mempertahankan support $60.000 dalam beberapa hari ke depan, target teknikal berikutnya berada di sekitar exponential moving average 20-hari di $70.650.
Namun, risiko tetap ada. Penembusan decisive di bawah $60.000 akan membuka jalan menuju penurunan lebih dalam ke kisaran mid-$50.000, di mana Bitcoin kemungkinan akan mencari pantulan oversold berikutnya.
Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.