Bitcoin (BTC) kembali melanjutkan tekanan jual yang brutal pada Kamis (4/6) dini hari, menjebol level $63.000 untuk pertama kalinya sejak 24 Februari 2026. Data CoinDesk menunjukkan aset kripto terbesar di dunia ini telah kehilangan lebih dari 14% nilainya hanya dalam satu minggu terakhir, dan ambles 21% dalam kurun empat minggu.
Aksi jual masif ini memicu lonjakan permintaan terhadap instrumen opsi protektif. Indeks volatilitas tersirat 30 hari Bitcoin (BVIV) melonjak ke level 53,17 โ level tertinggi sejak 2 April 2026. Ini menandakan bahwa pelaku pasar semakin panik dan berebut membeli perlindungan terhadap penurunan lebih lanjut.
Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin spot yang terdaftar di AS kembali mencatat arus keluar bersih pada hari Rabu. Investor menarik sekitar $50 juta dari produk-produk ETF tersebut, menandai hari ke-13 berturut-turut arus keluar โ sebuah sinyal kuat bahwa permintaan institusional terhadap Bitcoin sedang meredup signifikan.
"Aksi jual luas di pasar kripto, yang dimulai dari transfer Strategy (MicroStrategy) yang memicu arus keluar ETF dan kini dipicu oleh spekulasi likuidasi Mt. Gox, mengindikasikan potensi aksi jual berkelanjutan," ujar Paul Howard, Senior Director di penyedia likuiditas Wincent. Ia menambahkan bahwa beberapa pelaku pasar mulai membicarakan level $50.000 sebagai potensi dasar Bitcoin tahun ini.
Howard juga menyoroti absennya katalis positif di pasar kripto. "Tanpa adanya katalis dan perpindahan likuiditas ke sektor teknologi lain seperti AI, kita akan menghadapi volatilitas yang lebih tinggi ke depannya," tegasnya.
Para analis di platform pelacakan data Material Indicators mengidentifikasi zona $60.000 rendah sebagai area support kritis. "Zona utama pertama yang kami pantau adalah wilayah $60.000 rendah, karena di sanalah banyak komponen penting mulai berkumpul. Level rendah lokal berada di sekitar $59.900, dan moving average 200 minggu kini berada di area yang sama," jelas mereka dalam catatan kepada klien.
Namun mereka juga memperingatkan bahwa area tersebut tidak menjamin support akan bertahan. "Itu hanya memberi tahu kami bahwa di sinilah pasar harus membuat keputusan," tambah Material Indicators.
Tekanan jual kali ini juga diperburuk oleh sentimen negatif dari aksi Strategy โ perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy โ yang melakukan transfer Bitcoin dalam jumlah besar, memicu kekhawatiran akan potensi penjualan lebih lanjut dari pemegang besar.
Di sisi lain, spekulasi tentang kemungkinan likuidasi aset dari bursa Mt. Gox yang sudah tutup juga turut membebani sentimen pasar. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, rumor semacam ini cukup untuk memperparah ketakutan investor di tengah pasar yang sudah rapuh.
Analis Citi dalam catatan terpisah menekankan bahwa masalah yang lebih besar bukanlah penjualan Strategy, melainkan ketiadaan investor baru yang masuk ke pasar Bitcoin. Arus keluar ETF yang berkepanjangan menjadi bukti nyata dari fenomena ini.
Dengan Bitcoin kini berada di bawah tekanan berat dan sentimen pasar yang dominan bearish, para trader dan investor akan mencermati dengan ketat apakah level $60.000 mampu bertahan sebagai benteng pertahanan terakhir sebelum potensi penurunan lebih dalam ke wilayah $50.000-an.
