Bitcoin

BREAKING: Bitcoin Jebol $60.000, SpaceX Rontok $600 Miliar dalam 3 Hari

BREAKING: Bitcoin Jebol $60.000, SpaceX Rontok $600 Miliar dalam 3 Hari

Key Takeaways

Bitcoin ambruk menembus support kritis $60.000 seiring kejatuhan saham SpaceX yang menghapus $600 miliar nilai pasar dalam tiga hari. Nasdaq longsor 3%, likuidasi kripto capai $717 juta.

Bitcoin Tembus Bawah $60.000 di Tengah Aksi Jual Teknologi Global

Pasar kripto kembali diguncang gejolak hebat pada Selasa (23/6) setelah Bitcoin (BTC) menembus level support kritis $60.000, dipicu oleh aksi jual massal di sektor teknologi global yang dipimpin oleh kejatuhan saham SpaceX.

Bitcoin tercatat anjlok lebih dari 8% dari level tertinggi Juni di $67.255, menyentuh level terendah sejak akhir 2024. Tekanan datang dari berbagai arah, namun katalis utama adalah rontoknya saham SpaceX yang kehilangan sekitar $600 miliar nilai pasar hanya dalam tiga hari perdagangan pasca-IPO.

SpaceX Rontok $600 Miliar, Nasdaq Ikut Longsor

SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, sebelumnya mencatatkan IPO bersejarah dengan mengumpulkan $75 miliar pada valuasi sekitar $1,77 triliun. Saham sempat melonjak ke puncak $211,39 pada 16 Juni, mendorong kapitalisasi pasar tersirat mendekati $2,8 triliun. Namun hanya dalam hitungan hari, saham merosot sekitar 27% dari puncak, kembali mendekati harga IPO $150 dan menghapus hampir seluruh reli debut.

Aksi jual SpaceX menjadi bagian dari koreksi teknologi yang lebih luas. Nasdaq 100 futures ambles lebih dari 3% pada Selasa, menempatkan indeks pada jalur untuk menghapus lebih dari $1 triliun nilai pasar. Saham-saham chip seperti Intel, AMD, Micron, dan SanDisk memimpin penurunan. Bursa Korea Selatan (Kospi) juga merosot 6%, memperburuk sentimen global.

Deutsche Bank: Tiga Tekanan Utama di Balik Kejatuhan Bitcoin

Menurut laporan Deutsche Bank yang dirilis Selasa, kejatuhan Bitcoin di bawah $60.000 mencerminkan konvergensi tekanan makroekonomi dan struktural. Analis Marion Laboure menyatakan bahwa Bitcoin kini diperdagangkan seperti aset risiko institusional, bukan lagi spekulasi ritel. "Bitcoin tidak menghilang; ia sedang matang menjadi aset institusional yang harganya ditentukan oleh arus dana, ekspektasi The Fed, tema risiko yang bersaing, dan hasil legislasi," tulis Laboure.

Bank investasi Jerman itu menyoroti tiga tekanan utama. Pertama, pergeseran hawkish ekspektasi Federal Reserve — ekonom DB kini memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga dua kali pada 2026, berbalik dari ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan pelonggaran moneter. Kedua, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih selama enam minggu berturut-turut senilai sekitar $6 miliar. Ketiga, rotasi modal investor ke kecerdasan buatan (AI) — raksasa teknologi AS diperkirakan membelanjakan lebih dari $700 miliar untuk infrastruktur AI pada 2026.

Analisis Teknikal: Pola Head-and-Shoulders Incar $55.000

Dari sisi teknikal, grafik empat jam Bitcoin menunjukkan potensi pola head-and-shoulders dengan target penurunan di kisaran $55.000 hingga $56.000 jika neckline di $61.000-$62.000 jebol secara meyakinkan. Meski demikian, sejumlah analis menilai struktur bullish Bitcoin tetap aktif selama harga bertahan di atas $60.000, dengan kemungkinan rebound menuju $81.000 dalam beberapa bulan ke depan.

Likuidasi $717 Juta Guncang Pasar Kripto

Total likuidasi di pasar kripto mencapai $717 juta dalam 24 jam terakhir, dengan Ethereum (ETH) turun lebih dari 4% dan altcoin lainnya mengalami tekanan jual yang signifikan. Para trader kini mencermati dengan ketat apakah level $60.000 dapat bertahan sebagai support, atau akankah Bitcoin melanjutkan koreksi menuju $54.000 seperti yang diperingatkan oleh sejumlah analis teknikal.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar