Bitcoin

BREAKING: Bitcoin Jebol $59.227, Likuidasi $1,6 Miliar dalam 24 Jam

BREAKING: Bitcoin Jebol $59.227, Likuidasi $1,6 Miliar dalam 24 Jam

Key Takeaways

Bitcoin sempat anjlok ke $59.227 setelah data tenaga kerja AS memicu aksi jual massal. Total likuidasi mencapai $1,6 miliar melibatkan 308.000 trader sebelum BTC balik ke $61.000.
Artikel ini menggunakan format teks satu kolom tanpa subheading. Tim editorial sedang memproses pembaruan struktur.

Bitcoin kembali terguncang pada Sabtu dini hari (6/6) setelah harga sempat menembus level $59.227 — titik terendah sejak Oktober 2024 — sebelum akhirnya memantul ke atas $61.000 di sesi Asia pagi. Kejatuhan tajam ini terjadi hanya dalam hitungan jam setelah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang jauh melampaui ekspektasi pasar, memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham, obligasi, dan aset kripto secara bersamaan.

Data nonfarm payrolls (NFP) AS yang dirilis Jumat sore menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja melampaui hampir seluruh proyeksi analis. Alih-alih disambut positif, pasar justru melakukan repricing agresif terhadap ekspektasi suku bunga Federal Reserve. Swap pasar kini sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga atau rate hike pada akhir 2026, sebuah pembalikan tajam dari ekspektasi pemangkasan yang sebelumnya mendominasi di bawah kepemimpinan Ketua Fed Kevin Warsh yang baru dikonfirmasi.

Imbal hasil obligasi Treasury dua tahun melonjak 12 basis poin ke 4,16%, dolar AS menguat, dan aset berisiko ambruk serentak. Nasdaq 100 terperosok sekitar 5%, mencatat penurunan harian terdalam sejak April 2025, sementara indeks saham semikonduktor ambles 10%. S&P 500 gagal mencatat kenaikan mingguan kesepuluh berturut-turut setelah terkoreksi 2,6%.

Pasar kripto menanggung beban paling berat dari gelombang risk-off ini. Data dari platform analitik CoinGlass mencatat total likuidasi mencapai $1,60 miliar dalam kurun 24 jam, melibatkan sekitar 308.000 trader di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, posisi long mendominasi dengan nilai $1,21 miliar, menunjukkan bahwa mayoritas pelaku pasar terjebak dalam ekspektasi bullish yang gagal terwujud.

Bitcoin sendiri mencatat likuidasi sebesar $534 juta, sementara Ethereum menyusul dengan $423 juta. Zcash (ZEC), yang tengah menghadapi krisis tersendiri akibat pengungkapan bug kritis di Orchard Pool miliknya, mencatat tambahan likuidasi $115 juta setelah token privasi ini anjlok sekitar 44% dalam sepekan.

Di luar Bitcoin dan Ethereum, token utama lainnya juga berada dalam tekanan berat sepanjang pekan. Ether tercatat turun 21,6% dalam tujuh hari ke level sekitar $1.575, sementara Solana anjlok 23,7% ke $63. XRP, Dogecoin, dan BNB masing-masing terkoreksi di kisaran 13% hingga 20%. Bahkan HYPE milik Hyperliquid yang sebelumnya bertahan relatif kuat selama tekanan pasar, akhirnya ikut terpangkas 9,9% dalam periode yang sama.

Situasi ini diperburuk oleh arus keluar atau outflow ETF Bitcoin spot yang mencatat rekor sepanjang pekan, serta langkah mengejutkan Strategy (perusahaan yang sebelumnya bernama MicroStrategy) yang menjual Bitcoin untuk pertama kalinya sejak tahun 2022. Kehilangan dua sumber permintaan utama ini membuat support di level psikologis $60.000 menjadi sangat rentan terhadap tekanan jual.

Meski sempat jebol ke bawah $60.000, Bitcoin berhasil merebut kembali level $61.000 dengan relatif cepat, memunculkan spekulasi bahwa aksi beli mulai masuk dari level support kunci. Harga pulih lebih dari $1.500 dari titik terendah dalam waktu singkat, memberi secercah harapan bagi para bull bahwa level $60.000 mungkin berfungsi sebagai dasar atau floor sementara.

Pertanyaan besarnya kini: apakah pemantulan ini cukup kuat untuk membentuk dasar yang solid, atau hanya jeda sejenak sebelum $60.000 kembali ditembus? Jika level support krusial tersebut gagal bertahan pada pengujian ulang, Bitcoin berpotensi kembali ke wilayah harga yang terakhir terlihat pada koreksi Februari 2026 lalu.

Para analis memperingatkan bahwa tekanan makroekonomi masih jauh dari selesai. Dengan Fed yang kini condong ke arah pengetatan moneter, serta ketidakpastian di pasar tenaga kerja yang masih membayangi, volatilitas tinggi diperkirakan akan terus menjadi tema dominan bagi pasar kripto dalam beberapa pekan mendatang.

Sementara itu, para pendukung Bitcoin jangka panjang seperti Michael Saylor dan Mati Greenspan menuding ledakan sektor kecerdasan buatan (AI) sebagai faktor yang menguras modal dari pasar Bitcoin. Namun, mereka tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang aset digital tersebut di tengah turbulensi jangka pendek yang sedang berlangsung.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar