Pasar kripto kembali diguncang aksi jual masif pada Kamis (4/6) dini hari waktu Asia. Bitcoin (BTC) sempat terjun bebas ke level $61.300 sebelum akhirnya memantul sekitar 5,52% ke harga $64.690. Penurunan tajam ini memicu gelombang likuidasi posisi long yang sangat besar, dengan total lebih dari $617 juta posisi beli tergerus dalam kurun 24 jam terakhir.
Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa total posisi long yang terlikuidasi mencapai $737 juta jika dihitung secara keseluruhan, menjadikan ini salah satu peristiwa likuidasi terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Lebih dari 208.000 trader terkena dampak langsung dari gejolak harga ini, dengan mayoritas kerugian berasal dari posisi leverage tinggi yang gagal mempertahankan margin.
Aksi jual Bitcoin tampaknya dipicu oleh kombinasi beberapa faktor. Pertama, arus keluar dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat terus berlanjut. Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa investor telah menarik sekitar $1 miliar dari ETF Bitcoin spot AS dalam minggu ini saja, memperpanjang rekor arus keluar bersih yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kedua, analis dari Presto Research mengemukakan bahwa pelemahan Bitcoin tahun ini memiliki korelasi dengan reli di pasar saham kecerdasan buatan (AI) dan emas. Investor tampaknya mulai mengalihkan modal dari aset kripto ke aset-aset tradisional tersebut seiring meredupnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.
Namun, tidak semua analis pesimis. Pantulan cepat Bitcoin dari level $61.300 ke $64.690 memberikan secercah harapan bagi para bull. Trader RidaaXBT menyebutkan bahwa Bitcoin berpeluang melanjutkan reli pantulan menuju kisaran $69.000 hingga $70.000, dengan asumsi bahwa aksi jual yang dipicu likuidasi telah menghabiskan tenaga penjual jangka pendek.
Sementara itu, analis teknikal tetap waspada. Grafik mingguan Bitcoin masih menunjukkan pola bear flag breakdown yang belum sepenuhnya terkonfirmasi. Level support kritis berada di sekitar $61.800, yang merupakan Simple Moving Average 200-minggu (200-week SMA) dan secara historis berfungsi sebagai zona dasar siklus bearish Bitcoin pada tahun 2015, 2018, dan 2020. Selama Bitcoin bertahan di atas level ini, skenario penurunan lebih dalam ke $50.000 masih bisa dihindari.
Di sisi lain, pasar altcoin juga terkena dampak. Ether (ETH) dilaporkan sempat menyentuh level terendah 14 bulan di bawah $1.750, sementara Cardano (ADA) anjlok di bawah $0,20 untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima tahun.
Peristiwa ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik global dan ketidakpastian regulasi yang terus membayangi industri kripto. Para pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada dan melakukan manajemen risiko dengan ketat mengingat volatilitas yang masih sangat tinggi dalam beberapa hari ke depan.



