Jaringan blockchain Cronos resmi dihentikan oleh validator pada Senin (1/9) dini hari usai eksploitasi besar-besaran menimpa protokol lending Tectonic, dengan kerugian diperkirakan mencapai $75 juta. Keputusan darurat ini diambil untuk mencegah kerugian lebih lanjut dan memungkinkan investigasi forensik.
Kronologi Insiden
Menurut laporan awal, penyerang memanipulasi token TONIC (token governance Tectonic) hingga naik 100 kali lipat, lalu menggunakannya sebagai collateral palsu untuk meminjam aset bernilai tinggi seperti USDC, USDT, dan WBTC dari pool lending. Saat harga TONIC kembali normal, posisi pinjaman menjadi undercollateralized, meninggalkan pool dengan hutang buruk masif.
Validator Cronos mencapai konsensus untuk menghentikan produksi blok pada ketinggian blok sekitar 42.890.000. Proses restart dijadwalkan setelah audit keamanan menyeluruh dan patch kerentanan oracle harga Tectonic diterapkan.
Pernyataan Resmi
CEO Crypto.com Kris Marszalek mengonfirmasi melalui X bahwa aplikasi dan bursa Crypto.com tidak terdampak dan terus beroperasi normal. "Hanya jaringan Cronos yang dijeda sementara. Dana pengguna di aplikasi dan bursa aman," tulisnya.
Implikasi Industri
Ini adalah insiden keamanan terbesar dalam sejarah Cronos dan menegaskan risiko manipulasi oracle di protokol DeFi dengan token governance berlikuiditas rendah. Komunitas DeFi menuntut standar oracle yang lebih ketat dan mekanisme circuit breaker otomatis.
Tectonic dan Cronos Labs berjanji transparansi penuh dan akan merilis laporan post-mortem detail dalam 48 jam. Pengguna diminta tidak berinteraksi dengan jaringan hingga pengumuman resmi restart.



