Pasar kripto kembali diguncang aksi jual besar-besaran pada Rabu (3/6) setelah harga Bitcoin (BTC) ambruk ke level terendah sembilan minggu di $65.360. Penurunan tajam ini memicu gelombang likuidasi senilai $1,83 miliar di seluruh pasar derivatif kripto, menjadikannya peristiwa likuidasi terbesar sejak awal Februari 2026.
Berdasarkan data dari TradingView, Bitcoin merosot 8% dari level tertinggi harian di $71.300 yang tercapai pada Selasa (2/6) sore. Harga penutupan di $65.000-an memperpanjang deviasi dari level tertinggi lokal $82.800 menjadi 21%, menandakan tekanan jual yang belum mereda.
Dari total likuidasi $1,83 miliar, posisi long mendominasi dengan kerugian mencapai $1,58 miliar. Bitcoin sendiri menyumbang $774,2 juta dari total long yang terlikuidasi, diikuti Ethereum (ETH) sebesar $440 juta. Analis CryptoBanter menyebut peristiwa ini sebagai salah satu aksi jual harian terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Analis anonim Byzantine General bahkan menyamakan besarnya likuidasi long Bitcoin kali ini dengan peristiwa black swan 10 Oktober yang terkenal. Sementara itu, analis DonaXâ‚¿Ï„ mencatat bahwa angka $1,5 miliar dalam long yang terlikuidasi hari ini masih lebih rendah dibandingkan $1,6 miliar saat crash Covid-19 tahun 2020, menunjukkan bahwa pasar derivatif kripto terus berkembang pesat.
Geopolitik Jadi Pemicu Utama
Penurunan harga Bitcoin kali ini tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Serangan balasan yang kembali terjadi antara kedua negara menciptakan ketidakpastian yang mendorong investor keluar dari aset berisiko termasuk kripto.
Data on-chain menunjukkan pasokan Bitcoin di Binance, bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan, mencapai level tertinggi tiga bulan di 659.000 BTC. Menurut analis CryptoQuant, Arab Chain, peningkatan pasokan di bursa ini menandakan potensi tekanan jual yang lebih tinggi, terutama jika bertepatan dengan penurunan harga atau peningkatan volatilitas.
Level Kritis di $60.000
Para trader kini mengalihkan perhatian ke level support krusial di $60.000. Michael van de Poppe, pendiri MN Capital, menyoroti area $61.000 dengan rata-rata pergerakan 200 minggu (200-Week MA) sebagai zona support penting. Ia menyatakan akan mengakumulasi lebih banyak posisi di area tersebut.
Analis Colin Talks Crypto menyebut rentang $65.000-$66.000 sebagai level support yang masuk akal untuk pantulan jangka pendek, namun ia memperingatkan bahwa pengujian ulang level $60.000 masih sangat mungkin terjadi. Bahkan, ia tidak mengesampingkan kemungkinan Bitcoin menembus di bawah level tersebut pada akhir tahun ini.
Di platform prediksi Kalshi, probabilitas Bitcoin turun di bawah $55.000 kini mencapai 66%, sementara peluang harga di bawah $50.000 sebelum akhir tahun berada di level 50:50. Sinyal ketakutan ini diperkuat oleh Crypto Fear & Greed Index yang jatuh ke level terendah dalam dua bulan terakhir.
Dengan kondisi pasar yang masih rapuh dan ketidakpastian geopolitik yang terus membayangi, para investor kripto disarankan untuk tetap waspada dan mengelola risiko dengan hati-hati. Level $60.000 kini menjadi benteng pertahanan terakhir bagi Bitcoin sebelum potensi koreksi yang lebih dalam.
Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan saran investasi. Semua keputusan perdagangan mengandung risiko.
