Home/BREAKING: Bitcoin Anjlok ke $66.000, Pasar Kripto Kehilangan Rp2.800 Triliun
Crypto

BREAKING: Bitcoin Anjlok ke $66.000, Pasar Kripto Kehilangan Rp2.800 Triliun

BREAKING: Bitcoin Anjlok ke $66.000, Pasar Kripto Kehilangan Rp2.800 Triliun

Key Takeaways

Bitcoin anjlok 12% dalam sepekan ke level $66.000, memicu capital flight massal ke stablecoin dan menghapus 176 miliar dolar AS dari total kapitalisasi pasar kripto global.

Pasar kripto mengalami guncangan hebat pada perdagangan Selasa (3/6) setelah Bitcoin (BTC) ambruk ke level $66.000, mencatat penurunan sekitar 12% dalam sepekan. Koreksi brutal ini memicu penghapusan nilai pasar hingga $176 miliar atau setara Rp2.800 triliun hanya dalam 48 jam, menjadikannya salah satu aksi jual terbesar tahun 2026.

Data CoinDesk menunjukkan Bitcoin gagal mempertahankan support psikologis di $70.000 dan terus merosot ke level terendah dalam dua bulan terakhir. Dominasi Bitcoin terhadap total pasar kripto juga turun menjadi 58,5%, setelah sebelumnya sempat menyentuh 61,2% pada April dan awal Mei lalu.

Tekanan jual yang masif ini dipicu oleh gelombang capital flight ke aset safe haven di dalam ekosistem kripto sendiri. Tether (USDT), stablecoin terbesar di dunia yang dipatok ke dolar AS, mencatat lonjakan dominasi ke 8,30% — level tertinggi sejak akhir Februari. USD Coin (USDC) juga naik kembali ke level yang terakhir terlihat pada awal April. Kedua stablecoin ini kini menguasai sekitar 11% total pasar, mencerminkan rotasi dana besar-besaran dari aset volatil ke likuiditas dolar digital.

Lebih dari $1,5 miliar posisi long terlikuidasi secara paksa dalam 48 jam terakhir, memperparah tekanan jual di seluruh pasar. Ether (ETH), XRP, dan Solana (SOL) masing-masing mencatat penurunan 8-11% dalam sepekan. Sementara itu, koin seperti BCH, SUI, dan RAO ambruk hampir 20%.

Arus keluar dari ETF Bitcoin spot di AS menjadi salah satu katalis utama koreksi ini. Data pasar mencatat $2,1 miliar keluar dari ETF Bitcoin antara 12 hingga 20 Mei, mengindikasikan melemahnya minat institusional terhadap aset digital ini.

Yang menarik, aksi jual di pasar kripto terjadi justru ketika pasar saham tradisional AS menunjukkan performa kuat. Nasdaq dan S&P 500 diperdagangkan mendekati rekor tertinggi, sementara Indeks Dolar AS tetap bergerak dalam rentang sempit di 98,50-99,50. Divergensi ini menunjukkan bahwa kripto sedang menghadapi tekanan spesifik sektor, bukan sentimen risk-off global.

Strategi akumulasi Bitcoin oleh Strategy (MSTR) milik Michael Saylor juga menuai sorotan setelah perusahaan memilih membeli kembali utang konversi ($1,5 miliar) alih-alih melanjutkan pembelian mingguan Bitcoin. Langkah ini memicu spekulasi bahwa perusahaan mode akumulasi agresif tersebut kini beralih ke mode bertahan untuk melindungi pemegang saham dan kreditur.

Dari sisi makroekonomi, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September naik menjadi 23%, naik dari 0% satu bulan lalu menurut CME FedWatch Tool. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat ini turut menekan selera risiko investor kripto.

Analis K33 Research menyebut Bitcoin kini memasuki "musim panas bergejolak" (choppy summer) karena modal investor terus berputar ke saham-saham kecerdasan buatan (AI) yang sedang terbang tinggi. Meski demikian, K33 masih menilai Bitcoin undervalued relatif terhadap ekuitas, namun mengakui opportunity cost memegang BTC menjadi terlalu tinggi di tengah reli saham AI.

Level support kunci berikutnya untuk Bitcoin berada di $64.000, dengan beberapa analis bahkan menyebut potensi penurunan lebih lanjut ke $50.000 jika tekanan jual berlanjut. Bagi investor ritel Indonesia, koreksi ini menjadi pengingat pentingnya manajemen risiko di tengah volatilitas pasar kripto yang masih sangat tinggi.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar