Kinerja Terburuk dalam Empat Tahun
Bitcoin mencatatkan kinerja bulanan terburuk dalam empat tahun terakhir setelah harga aset kripto terbesar dunia ini ambles 20% sepanjang Juni 2026, menembus level psikologis $60.000 dan memicu kekhawatiran akan koreksi yang lebih dalam.
Data dari CoinDesk menunjukkan bahwa penurunan ini merupakan yang paling parah sejak Juni 2022, ketika industri kripto masih bergulat dengan runtuhnya ekosistem Terra-Luna. Namun yang membuat penurunan kali ini lebih mencemaskan adalah sinyal teknikal yang muncul dari grafik harga bulanan.
Sinyal Marubozu yang Mengancam
Candlestick bulan Juni membentuk pola yang oleh para trader disebut sebagai Marubozu — istilah dari bahasa Jepang yang berarti "kepala botak" atau "kepala gundul". Pola ini terbentuk ketika sebuah candlestick memiliki tubuh besar tanpa sumbu (wick) yang terlihat di kedua ujungnya, menandakan dominasi penuh dari satu sisi pasar sepanjang periode tersebut.
Dalam kasus Bitcoin bulan Juni, Marubozu merah solid ini menunjukkan bahwa seller menguasai pasar tanpa perlawanan berarti dari buyer sepanjang 30 hari. Tidak ada pantulan signifikan dari harga pembukaan 1 Juni, tidak ada rally bantuan dari titik terendah. Harga pada 30 Juni adalah harga terendah bulan itu.
"Ini sinyal yang sangat bearish dan peringatan bahwa lebih banyak kerugian bisa terjadi dalam beberapa minggu ke depan," tulis analis CoinDesk Omkar Godbole dalam laporannya. Pola Marubozu pada grafik bulanan adalah fenomena langka dan secara historis konsisten dengan prediksi analis tentang penurunan lebih lanjut.
Arus Keluar ETF Pecahkan Rekor
Tekanan jual ini diperparah oleh arus keluar besar-besaran dari ETF Bitcoin spot Amerika Serikat. Sepanjang Juni, ETF Bitcoin spot AS mencatat rekor arus keluar bulanan terburuk sepanjang sejarah dengan total $4,5 miliar, melampaui rekor sebelumnya sebesar 29%.
Arus keluar terjadi selama sembilan hari berturut-turut menuju penutupan periode. Kombinasi aksi jual tanpa henti dan eksodus modal institusional dari produk ETF membuat gambaran teknikal Bitcoin semakin suram.
Proyeksi Harga ke Depan
Beberapa analis memperkirakan Bitcoin bisa terus merosot ke kisaran $48.000 hingga $55.000 sebelum menemukan titik bottom yang solid. Bitcoin kini berada hanya sekitar $5.000 di atas realized price — level yang secara historis menandai zona bottoming dalam pasar bearish sebelumnya. Jika level ini tertembus, tekanan jual bisa semakin akseleratif.
Meski demikian, sebagian analis tetap optimis untuk jangka panjang. Koreksi menuju realized price secara historis justru menghadirkan peluang investasi terbaik dalam siklus bear market. Namun dengan pola Marubozu bulanan yang masih segar, para trader disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas lanjutan dalam beberapa pekan ke depan.
Pasar kripto global kini menanti katalis positif dari sisi regulasi maupun adopsi institusional yang mampu membalikkan sentimen bearish yang sedang berkuasa.



