Tarik Aplikasi Tujuh Hari Jelang Deadline
Bursa kripto terbesar dunia, Binance, secara resmi menarik aplikasi lisensi Markets in Crypto-Assets (MiCA) dari Komisi Pasar Modal Hellenic (HCMC) Yunani pada Rabu (24/6). Langkah ini diambil hanya tujuh hari menjelang batas akhir periode transisi MiCA pada 1 Juli 2026, yang menjadi tenggat krusial bagi perusahaan kripto untuk mendapatkan izin operasi di seluruh Uni Eropa.
Dalam pernyataan resminya, Binance menegaskan akan mengajukan permohonan otorisasi di negara anggota UE lainnya. "Ketika kami siap mengumumkan negara anggota tersebut, kami akan melakukannya secara publik," ujar juru bicara Binance. Kepala Binance untuk Eropa dan Inggris, Gillian Lynch, sebelumnya menyatakan kepada Reuters bahwa bursa tersebut "tidak akan meninggalkan Eropa" dan akan mengejar otorisasi di yurisdiksi UE lain jika aplikasi di Yunani tidak berhasil.
Resistensi Regulator dan Sejarah Kepatuhan
Binance sebelumnya telah melakukan pembicaraan dengan regulator di Irlandia, Latvia, dan Yunani namun menghadapi resistensi terkait sejarah denda pencucian uang, struktur perusahaan internasional, dan apa yang dinilai regulator sebagai budaya pengambilan risiko yang tinggi. Pada 16 Juni, Binance sempat membantah laporan Reuters bahwa regulator UE bersiap menolak aplikasi MiCA-nya, dengan mengklaim HCMC telah meninjau aplikasi tersebut dan menganggapnya memenuhi syarat.
Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa (ESMA) pada Selasa (23/6) mengeluarkan pernyataan publik yang menegaskan bahwa penyedia layanan kripto yang belum mendapat otorisasi pada tenggat 1 Juli harus segera mengambil langkah untuk menghentikan aktivitas mereka di UE. Situasi ini menempatkan Binance dalam posisi sulit, mengingat bursa tersebut menangani volume perdagangan harian pasangan euro senilai $100 juta hingga $250 juta pada 2026.
Dampak Pasar dan Volume Perdagangan
Data dari CryptoQuant menunjukkan Binance memegang pangsa sekitar 18,5% dari perdagangan spot berdenominasi euro tahun ini, menempatkannya di posisi kedua setelah Kraken yang menguasai 43,3%. Meski pasangan euro hanya menyumbang sekitar 1% dari volume perdagangan spot global Binance, kehilangan akses ke pasar Eropa akan berdampak signifikan bagi jutaan pengguna regional.
Kesulitan lisensi Binance juga berpotensi memengaruhi penerbit token, karena bursa yang telah berizin semakin berperan sebagai penjaga gerbang kepatuhan MiCA. Menurut Ryan King, kreator EU Crypto Register, setidaknya 380 dari 867 entri white-paper yang dilacaknya dinotifikasi oleh pihak ketiga seperti Kraken, LCX, OKX, dan Bitstamp, bukan oleh penerbit token langsung.
Model ini disebut "simbiotik" karena bursa memiliki tim kepatuhan terlatih MiCA, hubungan regulator, dan akses ke firma hukum besar. Dengan tenggat 1 Juli yang semakin dekat, pertanyaan besar kini menggantung: negara anggota UE mana yang bersedia menjadi markas baru Binance di Eropa? Nasib jutaan pengguna Binance di Eropa kini bergantung pada jawaban pertanyaan tersebut.



