Exchange kripto AscendEX tengah menghadapi tekanan serius setelah sejumlah pengguna melaporkan masalah penarikan dana yang tertunda selama lebih dari dua minggu. Situasi semakin memanas setelah penyelidik blockchain ternama ZachXBT mengungkap indikasi potensi masalah likuiditas pada platform tersebut.
Laporan Pengguna: Penarikan Dana Tertunda Sejak 10 Juni
Seorang pengguna dengan nama Lorenzo Navarro Rodriguez mengungkapkan melalui media sosial bahwa penarikan dana sebesar 4.196 USDT miliknya masih tertahan dalam status "initiating" sejak 10 Juni 2026. Ia juga menyebut bahwa tim dukungan pelanggan AscendEX tidak memberikan respons terhadap permintaan bantuan yang telah berulang kali diajukan.
Setidaknya lima pengguna lain turut melaporkan pengalaman serupa dalam beberapa hari terakhir, memperkuat dugaan bahwa masalah ini tidak bersifat kasuistis melainkan sistemik.
ZachXBT Beri Peringatan: Hot Wallet Minim Likuiditas
ZachXBT, investigator blockchain yang dikenal luas karena perannya dalam mengungkap berbagai kasus penipuan dan peretasan di industri kripto, mengeluarkan peringatan keras melalui kanal Telegram resminya. Ia menyatakan bahwa hot wallet AscendEX tidak memiliki cadangan yang memadai untuk aset-aset utama seperti Ether (ETH), USDT, dan Solana (SOL).
"Situasi ini sangat mengkhawatirkan. AscendEX perlu segera memberikan penjelasan transparan tentang status cadangan mereka dan alasan di balik penundaan penarikan dana pengguna," tegas ZachXBT melalui unggahan publiknya.
Komposisi Aset Mengejutkan: Didominasi Token Kecil
Data blockchain yang ditinjau melalui Arkham Intelligence pada Jumat (26/6) menunjukkan bahwa wallet yang ditandai sebagai milik AscendEX hanya menyimpan sekitar 20,2 juta dolar AS dalam bentuk aset kripto. Angka ini tergolong kecil untuk sebuah exchange yang melayani volume perdagangan signifikan.
Yang lebih mengejutkan, komposisi kepemilikan AscendEX didominasi oleh token berkapitalisasi kecil. Token UNITE tercatat sebagai kepemilikan terbesar senilai 10 juta dolar AS, diikuti oleh REUR senilai 5,24 juta dolar AS, ASD senilai 2,9 juta dolar AS, dan stablecoin Reservoir rUSD senilai 600 ribu dolar AS. Praktis tidak ada cadangan signifikan dalam bentuk Bitcoin, Ether, atau stablecoin utama seperti USDT dan USDC.
Bayang-Bayang FTX Kembali Menghantui
Pola ini mengingatkan banyak pihak pada kasus runtuhnya FTX pada November 2022, di mana ketidakmampuan exchange memproses permintaan penarikan pelanggan akhirnya membuka kebenaran tentang defisit miliaran dolar yang berujung pada kebangkrutan.
Cointelegraph telah menghubungi AscendEX untuk memberikan komentar resmi, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan yang diterima. Pertanyaan tentang likuiditas exchange adalah isu yang sangat sensitif dalam industri kripto pasca keruntuhan FTX yang memicu gelombang penarikan massal di seluruh industri dan mendorong regulator untuk memperketat pengawasan.
Banyak exchange kini menerbitkan laporan proof-of-reserves sebagai upaya membangun kembali kepercayaan investor. Namun hingga saat ini, AscendEX belum menerbitkan laporan proof-of-reserves terbaru yang dapat memverifikasi kecukupan aset mereka terhadap kewajiban pengguna. Para analis industri mengimbau pengguna AscendEX untuk tetap waspada dan mempertimbangkan langkah pengamanan aset sambil menunggu klarifikasi resmi dari pihak exchange.



