Pemerintah AS Perintahkan Penonaktifan Fable 5 dan Mythos 5
Pemerintah Amerika Serikat secara mengejutkan memerintahkan Anthropic, perusahaan AI terkemuka dunia, untuk menonaktifkan dua model kecerdasan buatan paling canggihnya โ Fable 5 dan Mythos 5 โ pada Jumat malam (12/6) waktu setempat. Perintah tersebut dikeluarkan melalui instrumen kontrol ekspor dengan alasan keamanan nasional.
Anthropic mengonfirmasi telah menerima arahan resmi dari pemerintah AS pada pukul 17:21 ET. Arahan tersebut mewajibkan perusahaan menghentikan seluruh akses terhadap Fable 5 dan Mythos 5 oleh warga negara asing manapun, baik yang berada di dalam maupun di luar Amerika Serikat, termasuk karyawan Anthropic sendiri yang berkewarganegaraan asing.
Untuk memastikan kepatuhan penuh, Anthropic memutuskan menonaktifkan kedua model tersebut untuk semua pengguna secara global. "Kami mematuhi arahan hukum pemerintah dan menghapus akses ke Fable 5 dan Mythos 5 bagi seluruh pengguna," demikian pernyataan resmi Anthropic. Perusahaan menegaskan bahwa model AI lainnya, termasuk Opus 4.8, tidak terdampak oleh perintah ini.
Pasar Bereaksi: Kontrak Pra-IPO Anjlok 3,7%
Pasar keuangan langsung bereaksi negatif terhadap berita ini. Kontrak perpetual pra-IPO Anthropic yang diperdagangkan di Hyperliquid โ platform derivatif terdesentralisasi โ langsung anjlok 3,7% ke level sekitar $1.627 pada Sabtu pagi. Sebelumnya, kontrak tersebut sempat diperdagangkan mendekati level all-time high di atas $1.800 pasca peluncuran Fable 5.
Open interest kontrak Anthropic di Hyperliquid tercatat sekitar $8,6 juta โ angka yang relatif kecil dibandingkan kontrak SpaceX, namun signifikan untuk perusahaan yang belum resmi mengajukan IPO. Pergerakan ini mencerminkan kekhawatiran investor bahwa penutupan paksa model AI andalan dapat menghambat valuasi dan prospek pencatatan saham Anthropic di bursa.
Perdebatan Soal Standar Keamanan AI
Inti dari perselisihan ini adalah klaim pemerintah AS bahwa terdapat metode "jailbreak" yang dapat melewati pengamanan (safeguard) Fable 5. Namun, Anthropic dengan tegas membantah bahwa temuan tersebut bersifat sempit (narrow), bukan jailbreak universal yang dapat mengeksploitasi model secara luas.
Anthropic mengungkapkan bahwa pemerintah sejauh ini hanya memberikan bukti verbal tentang potensi jailbreak terbatas, yang pada dasarnya hanya meminta model untuk membaca basis kode tertentu dan memperbaiki kelemahan perangkat lunak โ sebuah tugas yang rutin dilakukan oleh profesional keamanan siber setiap hari.
"Kami tidak setuju bahwa temuan jailbreak sempit seharusnya menjadi alasan untuk menarik model komersial yang telah digunakan oleh ratusan juta orang," tegas Anthropic. "Jika standar ini diterapkan di seluruh industri, kami yakin hal ini akan menghentikan semua penyebaran model baru dari seluruh penyedia model frontier."
Yang membuat kasus ini semakin ironis adalah Anthropic selama ini membangun reputasi sebagai perusahaan AI yang paling mengedepankan keamanan (safety-first). Kini, justru perusahaan tersebut yang berselisih dengan pemerintah AS tentang standar keamanan yang diterapkan.
Anthropic juga mencatat bahwa model AI publik lainnya, termasuk GPT-5.5 dari OpenAI, dapat menemukan kerentanan yang sama tanpa perlu jailbreak apapun, menunjukkan inkonsistensi dalam penerapan standar oleh pemerintah.
Apa Selanjutnya?
Pemerintah AS sendiri belum memberikan detail spesifik tentang dugaan ancaman tersebut. Anthropic menyatakan keyakinannya bahwa perintah ini adalah hasil dari kesalahpahaman dan saat ini sedang bekerja untuk memulihkan akses pengguna sesegera mungkin. Perusahaan berjanji akan membagikan rincian teknis lebih lanjut tentang jailbreak yang dimaksud dalam waktu 24 jam ke depan.
Insiden ini menjadi preseden penting bagi industri AI global, khususnya terkait hubungan antara regulator pemerintah dan perusahaan AI frontier. Pertanyaan kunci ke depan adalah apakah perintah pemerintah ini akan dicabut, dipersempit, atau justru diperluas ke model AI lain setelah Anthropic mempublikasikan sanggahan teknisnya.
Bagi pasar kripto, kasus ini menunjukkan semakin eratnya keterkaitan antara sektor AI dan kripto, terutama melalui instrumen derivatif seperti kontrak perpetual pra-IPO yang memungkinkan trader kripto berspekulasi terhadap valuasi perusahaan teknologi sebelum resmi melantai di bursa.



