Home/BREAKING: AS Sanksi 4 Bursa Kripto Iran, Nobitex Masuk Daftar Hitam OFAC
Crypto

BREAKING: AS Sanksi 4 Bursa Kripto Iran, Nobitex Masuk Daftar Hitam OFAC

BREAKING: AS Sanksi 4 Bursa Kripto Iran, Nobitex Masuk Daftar Hitam OFAC

Key Takeaways

Departemen Keuangan AS resmi memasukkan Nobitex dan tiga bursa kripto Iran lainnya ke daftar hitam OFAC, tuduh keterlibatan dalam pendanaan terorisme dan pencucian uang rezim.

Departemen Keuangan Amerika Serikat melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC) resmi memasukkan empat bursa kripto Iran ke dalam daftar hitam Specially Designated Nationals (SDN) pada Selasa (2/6). Sanksi ini melarang seluruh entitas dan individu AS bertransaksi dengan platform tersebut menggunakan sistem keuangan dolar AS.

Keempat bursa yang terkena sanksi adalah Nobitex—bursa kripto terbesar di Iran—serta Wallex, Bitpin, dan Ramzinex. Beberapa eksekutif senior dari bursa-bursa tersebut juga turut masuk dalam daftar hitam.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam pernyataannya menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari kampanye tekanan maksimal terhadap Iran yang sedang berlangsung. "Sementara ekonomi Iran jatuh bebas, rezim memilih untuk menggunakan teknologi aset digital demi agenda korup mereka, termasuk menghindari sanksi dan mentransfer kekayaan ke luar negeri," ujar Bessent.

OFAC mengaitkan Nobitex dengan apa yang disebutnya sebagai "aktivitas teroris Iran, upaya penghindaran sanksi, dan transaksi yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)," yang mencakup pembayaran ransomware. Departemen Keuangan juga menyebut Nobitex membantu pemindahan aset keluar dari Iran setelah AS mulai melancarkan serangan bom awal tahun ini.

Sanksi terbaru ini datang hanya beberapa hari setelah Bessent mengumumkan bahwa pemerintah AS telah menyita sekitar $1 miliar dalam bentuk kripto dari bursa dan dompet Iran sejak dimulainya perang melawan negara tersebut.

Tindakan ini menandai eskalasi signifikan dalam perang finansial AS melawan infrastruktur kripto Iran. Dengan dimasukkannya Nobitex ke daftar SDN, setiap entitas yang menggunakan sistem dolar AS—baik di dalam maupun luar negeri—dilarang menyediakan layanan keuangan apa pun kepada platform tersebut.

Selain itu, Departemen Keuangan juga mengeluarkan peringatan tentang risiko sanksi terkait kepatuhan terhadap permintaan Iran untuk melewati Selat Hormuz, termasuk pembayaran tol dalam bentuk mata uang fiat, aset digital, atau kompensasi informal lainnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah AS semakin serius menggunakan rezim sanksi sebagai senjata dalam perang melawan Iran, dengan sektor kripto menjadi salah satu medan pertempuran utama. Para analis memperkirakan sanksi ini akan semakin mengisolasi ekonomi Iran dari sistem keuangan global dan menekan kemampuan negara tersebut menggunakan aset digital untuk menghindari pembatasan internasional.

Belum ada tanggapan resmi dari pihak Nobitex maupun bursa-bursa lain yang terkena sanksi. Namun, dengan skala sanksi yang mencakup bursa terbesar di negara tersebut, dampak terhadap ekosistem kripto domestik Iran diperkirakan akan sangat signifikan.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau trading. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Selalu lakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) sebelum berinvestasi dalam aset kripto atau digital.

Komentar (0)

Silakan login untuk bergabung dalam diskusi.

Login untuk Komentar